BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat sekaligus pengembangan potensi wisata berbasis wilayah. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui peluncuran Pesona Kali Pacal Car Free Day (CFD) yang digelar di kawasan Kali Pacal, Desa Semen Kidul, Kecamatan Sukosewu, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan perdana tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Hadir dalam acara itu Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, jajaran Forkopimcam Sukosewu, para kepala desa, perangkat desa, pelaku UMKM, serta ratusan warga dari berbagai wilayah sekitar.
Camat Sukosewu Alit Saksama Purnayoga menjelaskan bahwa lahirnya Pesona Kali Pacal CFD merupakan hasil kolaborasi dan aspirasi masyarakat yang melibatkan pemuda, Karang Taruna, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pemerintah desa di Kecamatan Sukosewu. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro hingga akhirnya dapat direalisasikan.
Menurut Alit, kegiatan ini dirancang sebagai ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, bersosialisasi, sekaligus menggerakkan perekonomian warga melalui aktivitas perdagangan dan promosi produk lokal.
“Pesona Kali Pacal Car Free Day akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu. Harapannya, kegiatan ini mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Pada pelaksanaan perdana, lebih dari 100 pelaku UMKM turut ambil bagian dengan menjajakan beragam produk unggulan mulai dari kuliner, kerajinan, hingga hasil olahan masyarakat. Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro juga memberikan dukungan berupa penyediaan puluhan tenda bagi para pelaku usaha agar dapat berjualan dengan lebih nyaman dan tertata.
Semarak kegiatan bahkan telah terasa sejak malam sebelum peluncuran. Berbagai hiburan rakyat dan pertunjukan seni budaya digelar di kawasan Kali Pacal sehingga menarik perhatian masyarakat untuk datang dan menikmati suasana wisata yang dikembangkan di wilayah tersebut.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro sekaligus Ketua Dekranasda, Cantika Wahono, menyampaikan apresiasinya atas tumbuhnya semangat pelaku UMKM di Kecamatan Sukosewu. Menurutnya, keberadaan CFD dapat menjadi sarana promosi yang efektif sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
Cantika menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha, mulai dari proses perizinan, peningkatan kualitas produk, pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran yang mampu meningkatkan daya saing.
“Kami siap mendampingi UMKM agar terus berkembang. Mulai dari legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga pemasaran sehingga produk-produk lokal dapat semakin dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia juga menilai keberhasilan pengembangan kawasan wisata dan ekonomi lokal membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Dengan kolaborasi tersebut, potensi wisata berbasis desa dapat berkembang sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan apresiasi atas inisiatif Kecamatan Sukosewu yang dinilai berhasil menghadirkan ruang aktivitas publik yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, Car Free Day tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Inisiatif seperti ini sangat baik karena selain menjadi tempat berkumpul masyarakat, juga mampu menghidupkan ekonomi warga melalui aktivitas UMKM dan sektor wisata,” kata Nurul Azizah.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menjelaskan bahwa pengembangan Pesona Kali Pacal CFD sejalan dengan lima prioritas pembangunan Kabupaten Bojonegoro, yaitu pengentasan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka pengangguran, serta penguatan konektivitas wilayah.
Di tengah tantangan penurunan kapasitas fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tetap memprioritaskan pembangunan pada sektor pertanian dan kesehatan sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat. Berbagai program peningkatan produktivitas pertanian, layanan kesehatan gratis, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia terus dijalankan secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat sektor UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, pengembangan usaha, serta strategi pemasaran yang mampu memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Dengan diluncurkannya Pesona Kali Pacal Car Free Day, kawasan Sukosewu diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat yang produktif, destinasi wisata baru yang menarik, sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan. Keberhasilan program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan potensi daerah berbasis partisipasi dan gotong royong masyarakat. (prokopim)






