Daerah  

Arumi Bachsin Dorong Pembentukan Karakter Anak Beriringan dengan Pemenuhan Gizi

imamjoss22
IMG 20260620 WA0077

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pelaksanaan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dipadukan dengan Program Sarapan Telur Gayatri (Gerakan Ayam Petelur Mandiri), Kamis (18/6/2026), di Lapangan Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro sekaligus Bunda PAUD Bojonegoro Cantika Wahono, jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pendidikan, para guru PAUD dan TK, serta ribuan peserta didik bersama orang tua.

Sebanyak 2.000 anak usia dini turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari 850 siswa taman kanak-kanak (TK) dan 1.150 peserta didik pendidikan anak usia dini (PAUD) dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Kepohbaru.

Program tersebut merupakan implementasi Surat Edaran Bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Agama tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui pembiasaan di satuan pendidikan.

Kegiatan ini juga mendukung Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 14 Tahun 2025 mengenai optimalisasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sekaligus memperkuat program prioritas daerah, yaitu Gayatri.

Melalui kolaborasi antara penguatan karakter dan pemenuhan gizi, Pemkab Bojonegoro ingin menanamkan kebiasaan positif sejak usia dini sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menegaskan bahwa Program Gayatri menjadi salah satu inovasi unggulan daerah yang telah memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi anak.

Menurut Cantika, konsumsi telur secara rutin merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dan perkembangan anak.

“Melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Program Gayatri, kita ingin membentuk anak-anak yang sehat, cerdas, disiplin, serta memiliki karakter yang kuat. Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak agar kebiasaan baik dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak memberikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berbicara soal pendidikan, tetapi juga harus dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai sejak usia dini.

Arumi menjelaskan bahwa Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat mencakup berbagai pembiasaan positif, mulai dari berdoa, gemar membaca dan berliterasi, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, peduli terhadap lingkungan, memiliki cita-cita, hingga berusaha mewujudkan impian tersebut.

Ia menilai pemenuhan gizi dan pembentukan karakter merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam proses tumbuh kembang anak.

“Karakter yang baik tidak akan berkembang optimal jika kebutuhan gizi anak belum terpenuhi. Karena itu, pembiasaan positif harus berjalan beriringan dengan pemenuhan nutrisi yang cukup. Telur menjadi salah satu sumber gizi yang mudah diperoleh masyarakat dan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap,” kata Arumi.

Selain senam bersama dan sarapan telur, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, penguatan pendidikan karakter, serta sosialisasi penerapan tujuh kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, dalam sesi dialog podcast bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, berbagai tantangan pendidikan anak usia dini di era digital turut menjadi pembahasan.

Salah satunya terkait pemanfaatan teknologi dan penggunaan gadget secara bijak oleh anak-anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro M. Anwar Murtadlo menegaskan pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas para guru melalui berbagai pelatihan, termasuk pemanfaatan teknologi digital yang mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta Program Sarapan Telur Gayatri diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi emas Bojonegoro yang sehat, berdaya saing, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Prokopim)