Daerah  

Umbul Dungo Kepatihan 2026: Tradisi Sedekah Bumi Berpadu dengan Festival Serabi dan Kebangkitan UMKM

imamjoss22
IMG 20260613 144407 copy 976x648

BOJONEGORO – Tradisi sedekah bumi yang sarat nilai budaya dan spiritual berpadu harmonis dengan semangat pengembangan UMKM dalam gelaran Umbul Dungo Kelurahan Kepatihan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung meriah pada Jumat malam (12/6/2026) itu menjadi ajang pelestarian budaya, penguatan ekonomi kerakyatan, sekaligus wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT.

Ratusan warga memadati lokasi acara untuk mengikuti puncak rangkaian kegiatan tahunan yang kini memasuki penyelenggaraan tahun kedua. Suasana kebersamaan terasa kental sejak awal hingga akhir acara, menjadikan malam tersebut sebagai momentum penting bagi masyarakat Kelurahan Kepatihan.

Lurah Kepatihan, Putri Negari, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Umbul Dungo merupakan bentuk modernisasi tradisi sedekah bumi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan syukur atas berbagai nikmat dan keberkahan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Ia menyampaikan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sehari sebelumnya dengan berbagai agenda religius dan budaya, mulai dari Khataman Al-Qur’an, Ndungo Cungkup, hingga Kirab Tumpeng Pitu yang diarak menuju makam para leluhur pada pagi hari.

“Umbul Dungo bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, serta kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Negari juga menyampaikan kabar membanggakan terkait kuliner khas daerah, yakni Serabi Bojonegoro. Produk kuliner tradisional yang dikenal dengan cita rasa gurih serta taburan kelapa dan bubuk kedelai itu kini telah memperoleh Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi langkah strategis dalam melindungi warisan kuliner lokal agar tetap terjaga keasliannya dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Dengan adanya sertifikat KIK ini, Serabi Bojonegoro memiliki perlindungan hukum sebagai warisan budaya masyarakat sehingga identitas dan keasliannya tetap terjaga,” jelasnya.

Tak hanya berfokus pada pelestarian budaya, Kelurahan Kepatihan juga meluncurkan program inovatif bertajuk Sumur Ringin (Semua UMKM Makmur, Siap Bersaing, dan Inovatif). Program ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro melalui pendampingan legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga digitalisasi pemasaran.

Melalui program tersebut, seluruh UMKM di Kelurahan Kepatihan difasilitasi untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), memperoleh sertifikasi halal secara menyeluruh, serta memperluas pemasaran melalui platform digital dan layanan ojek online lokal.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha setempat, berbagai produk kuliner UMKM disajikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir. Acara juga semakin semarak dengan hiburan campursari dan pertunjukan Langen Tayub yang menghibur warga hingga malam hari.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir bersama jajaran Forkopimcam dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Nurul Azizah memuji kreativitas dan inovasi yang dilakukan Kelurahan Kepatihan dalam mengemas tradisi budaya menjadi kegiatan yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Doa Umbul Dungo malam ini ibarat menembus langit untuk keselamatan, kesejahteraan, serta kesuksesan dunia dan akhirat bagi seluruh warga Kepatihan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyampaikan bantuan dari Bupati Bojonegoro berupa gerobak usaha kepada sembilan pedagang serabi yang selama ini konsisten menjaga dan melestarikan kuliner khas daerah tersebut.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Nurul Azizah mendorong agar kegiatan Umbul Dungo dan Festival Serabi mendapat dukungan lebih luas dan menjadi agenda resmi daerah.

Usulan tersebut langsung disambut positif oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elsa, yang menyatakan komitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut.

“Mulai tahun depan, Umbul Dungo atau Festival Serabi di Kelurahan Kepatihan akan masuk dalam kalender agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah warga.

Dukungan serupa juga datang dari Camat Bojonegoro, Kapolsek, dan Danramil setempat yang siap mengawal pelaksanaan kegiatan serta menjadikan Kelurahan Kepatihan sebagai contoh kolaborasi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Wakil Bupati Bojonegoro didampingi Lurah Kepatihan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, unsur Forkopimcam, serta para Ketua RT dan RW setempat.

Dengan ditetapkannya Umbul Dungo sebagai agenda tahunan tingkat kabupaten, masyarakat Kepatihan optimistis tradisi leluhur akan terus lestari sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga di masa mendatang.(Prokopim)