Daerah  

Sensus Ekonomi 2026 Segera Dimulai, Wabup Bojonegoro Ajak Masyarakat Berikan Data Akurat

imamjoss22
IMG 20260612 195921 copy 980x640

BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, secara resmi membuka Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) Gelombang IV yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro di Hotel Dewarna, Jumat (12/6/2026).

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong, penyematan rompi identitas kepada perwakilan petugas, serta penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan agenda nasional tersebut di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutan dan arahannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar setiap sepuluh tahun sekali. Menurutnya, sensus ini merupakan instrumen penting untuk memperoleh data pertumbuhan ekonomi masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional, yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan dalam satu dekade ke depan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Bojonegoro telah menerbitkan Surat Edaran Bupati kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga kepala desa agar turut menyukseskan pelaksanaan sensus. Selain itu, jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah hingga Forkopimda, berkomitmen menjadi pihak pertama yang didata oleh petugas pada hari pertama pelaksanaan lapangan sebagai bentuk keteladanan bagi masyarakat.

Sebelumnya, Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 1.479 petugas akan diterjunkan dalam pelaksanaan SE 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 1.306 petugas pencacah lapangan dan 173 pengawas lapangan yang akan bertugas di 28 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.

Untuk memastikan kualitas dan profesionalisme petugas, BPS menyelenggarakan pelatihan secara intensif dalam empat gelombang yang mencakup 49 kelas. Pelatihan dipusatkan di tiga lokasi, yakni Hotel Eastern, Hotel Aston, dan Hotel Dewarna.

Adapun pendataan lapangan secara komprehensif dan door to door dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Para petugas akan mendatangi langsung rumah tangga maupun pelaku usaha guna memperoleh data ekonomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memaparkan perkembangan ekonomi Kabupaten Bojonegoro. Saat ini, pertumbuhan ekonomi nonmigas daerah mencapai 7,34 persen. Capaian tersebut didukung oleh sektor pertanian yang tumbuh hingga 14,2 persen, menjadikan Bojonegoro sebagai produsen padi terbesar kedua di Jawa Timur dengan peningkatan produksi mencapai 886 ribu ton.

Selain itu, sektor makanan dan minuman tumbuh sebesar 11,37 persen, disusul sektor jasa dan kesehatan yang juga menunjukkan tren positif. Secara akumulatif, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bojonegoro menempati peringkat ke-9 dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berjalan sukses berkat sinergi yang kuat antara BPS, Forkopimda, OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga seluruh elemen masyarakat.

Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan data yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan penting dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih inklusif, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.

(Prokopim)