BOJONEGORO – Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap tradisi leluhur kembali terlihat dalam perayaan Sedekah Bumi yang digelar masyarakat Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (11/06/2026) itu diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Bulu Wintono beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, anggota BPD, Linmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias memeriahkan rangkaian acara.
Pelaksanaan Sedekah Bumi diawali sehari sebelumnya dengan doa bersama dan kenduri di Punden Sumur Kijing, Rabu (10/06/2026). Suasana khidmat menyelimuti prosesi tersebut saat warga berkumpul memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rezeki yang telah diberikan, khususnya dari sektor pertanian yang menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat.
Memasuki hari puncak, Kamis pagi, kemeriahan semakin terasa melalui kirab budaya yang mengelilingi wilayah desa. Arak-arakan dimulai dari kawasan RT 1 dan diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai perangkat desa, pengurus RT dan RW, anggota BPD, Linmas, kader desa, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Kirab budaya menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan beragam hasil bumi yang disusun dalam bentuk gunungan, tumpeng, serta berbagai kreasi bernuansa tradisional. Para peserta juga mengenakan pakaian adat dan kostum budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi lokal, sehingga menambah semarak suasana sepanjang rute kirab.
Setelah kirab selesai, rangkaian acara berlanjut dengan hiburan kesenian tradisional yang digelar mulai siang hingga malam hari. Panitia menghadirkan Paguyuban Seni Karawitan Milenial Mardi Budoyo dari Desa Kanor, Kecamatan Kanor. Penampilan kelompok karawitan tersebut semakin meriah dengan kehadiran para waranggono, di antaranya Nyi Linawati, Nyi Supriati, Nyi Miningsih, Nyi Yasmi, Nyi Ayumi, serta pramugari Cak Mardjuki yang menghibur masyarakat.
Kepala Desa Bulu, Wintono, mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat desa yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Tradisi ini merupakan warisan para leluhur yang sudah dilaksanakan sejak lama. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan keselamatan yang diberikan, Sedekah Bumi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan panitia yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan terlibat dalam pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini. Semoga kebersamaan yang terjalin dapat terus terjaga dan tradisi ini dapat dilestarikan oleh generasi mendatang,” tambahnya.
Bagi warga Desa Bulu, Sedekah Bumi tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga simbol kebersamaan dan rasa syukur yang diwujudkan melalui tradisi. Di tengah arus modernisasi, kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur warisan nenek moyang tetap hidup dan terus dijaga sebagai bagian dari jati diri masyarakat desa.(Hf)






