Daerah  

Tradisi Sedekah Bumi Kedunglele Tetap Lestari, Warga Jaga Warisan Leluhur dengan Penuh Khidmat

imamjoss22
IMG 20260513 WA0449 copy 449x337

BOJONEGORO – Tradisi budaya Sedekah Bumi terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat Dusun Kedunglele, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tahunan tersebut kembali digelar dengan penuh khidmat di Punden Sendang Mbok Sri pada Rabu (13/05/2026).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Tondomulo beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan warga Dusun Kedunglele yang turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan.

Prosesi Sedekah Bumi diawali dengan doa bersama dan kenduri di kawasan Punden Sendang Mbok Sri. Suasana berlangsung khusyuk, mencerminkan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang diberikan oleh Allah SWT. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa dan kenduri kedua yang digelar di kediaman Kepala Dusun Kedunglele, Edi Yanto.

Tradisi Sedekah Bumi di Kedunglele memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari daerah lain. Salah satunya adalah kehadiran hiburan tradisional Langen Tayub atau Karawitan dari grup Margo Laras asal Bluluk, Lamongan, yang mengisi acara sejak siang hingga malam hari. Kepercayaan turun-temurun menyebutkan bahwa jika pertunjukan tersebut tidak dihadirkan, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di dusun tersebut.

Kepala Desa Tondomulo, Yanto, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menjaga tradisi ini. Ia menilai, Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelestarian budaya lokal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Dusun Kedunglele yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Indonesia.

Senada dengan itu, Kepala Dusun Kedunglele, Edi Yanto, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara tersebut.

“Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan gotong royong warga, kegiatan Sedekah Bumi tahun ini berjalan dengan aman dan lancar. Kami sangat berterima kasih atas partisipasi semua pihak,” ungkapnya.

Edi Yanto menjelaskan bahwa Sedekah Bumi merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas berkah hasil pertanian dan rezeki yang melimpah. Ia berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan dikemas lebih baik di masa mendatang agar semakin menarik dan bernilai budaya tinggi.

Lebih dari sekadar ritual tahunan, Sedekah Bumi bagi masyarakat Dusun Kedunglele memiliki makna yang mendalam. Tradisi ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memperkuat kerukunan dan kekompakan antarwarga.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, masyarakat Dusun Kedunglele membuktikan bahwa warisan budaya leluhur tetap relevan dan mampu menjadi perekat sosial di tengah perkembangan zaman.(Hf)