Daerah  

Sedekah Bumi Sumengko, Tradisi Syukur yang Pererat Kebersamaan Warga

imamjoss22
IMG 20260511 WA0394

BOJONEGORO – Warga Dusun Sumengko, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil panen, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang sarat nilai kearifan lokal ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Tondomulo beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, Linmas, serta seluruh warga Dusun Sumengko yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Prosesi Sedekah Bumi diawali dengan doa bersama dan kenduri di tiga titik punden yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat, yakni Sendang Watu Pawon, Sendang Sawah Kalen, dan Sendang Kidul. Warga dari berbagai kalangan usia tampak khusyuk mengikuti ritual tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diterima.

Sebagai puncak hiburan, panitia menghadirkan kesenian tradisional Langen Tayub dari grup karawitan New Margo Laras yang dipimpin Ratno, dengan koordinator M. Hadisusilo dari Desa Banjargondang, Kecamatan Bluluk, Lamongan. Pertunjukan ini semakin meriah dengan penampilan para waranggono atau sinden, yakni Nyi Retno, Nyi Karniati, Nyi Tika, dan Nyi Sepri, serta pramugari Sumantri.

Ketua panitia pelaksana, Samsu, menegaskan bahwa kegiatan Sedekah Bumi ini sepenuhnya merupakan hasil swadaya masyarakat. Ia menyebut, semangat gotong royong menjadi kunci utama terselenggaranya acara tersebut.

“Tradisi ini kami laksanakan setiap tahun dengan dana murni dari swadaya masyarakat. Ini merupakan bentuk kesadaran bersama untuk menjaga budaya sekaligus ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Sumengko, Parno, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang telah berpartisipasi aktif sehingga acara berjalan aman dan lancar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Semoga tradisi ini terus terjaga dan ke depan bisa dilaksanakan lebih meriah lagi,” tuturnya.

Bagi masyarakat Dusun Sumengko, Sedekah Bumi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus upaya nguri-uri budaya leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.(Hf)