Daerah  

Fatayat NU Kedungadem Gelar Tasyakuran Harlah ke-76, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

imamjoss22
IMG 20260510 WA0060 copy 478x359

BOJONEGORO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kedungadem menggelar Pengajian dan Santunan Anak Yatim dalam rangka Tasyakuran Puncak Harlah Fatayat NU ke-76. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Al-Hidayah, Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (10/5/2026).

Acara ini dihadiri oleh KH Toha Abrori dari Mayangkawis, Balen, Bojonegoro sebagai penceramah. Turut hadir Ketua PAC Fatayat NU Kedungadem Ernawati, Rais Syuriah MWC NU Kedungadem KH Mansur, Ketua Tanfidziah MWC NU Kedungadem Kyai Rohmat, Kepala Desa Pejok Mustahar beserta perangkat desa, para ketua ranting Fatayat NU se-Kecamatan Kedungadem, Banser, Ansor, jamaah tahlil, serta undangan lainnya.

Selain pengajian dan santunan anak yatim, kegiatan tasyakuran juga dimeriahkan dengan pembagian door prize bagi jamaah Fatayat yang hadir. Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua PAC Fatayat NU Kedungadem Ernawati, yang kemudian diserahkan kepada jajaran Syuriah dan Tanfidziah MWC NU Kedungadem sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan Fatayat NU yang telah memasuki usia ke-76 tahun.

Kepala Desa Pejok, Mustahar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jamaah Fatayat NU yang telah hadir dan menyukseskan acara tersebut.

“Alhamdulillah, meskipun Desa Pejok berada di wilayah paling selatan Kecamatan Kedungadem, semangat panjenengan untuk hadir dalam peringatan Harlah Fatayat NU ini sangat luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan ini,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat atas peringatan Harlah Fatayat NU ke-76 dan berharap kegiatan serupa terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan Fatayat NU berjalan lancar dan ke depan semakin membawa manfaat, khususnya bagi masyarakat Desa Pejok. Dengan segala keterbatasan tempat, semoga tidak mengurangi kekhidmatan acara ini,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Toha Abrori mengucapkan selamat Hari Lahir Fatayat NU ke-76 seraya mendoakan agar organisasi perempuan muda NU tersebut semakin berkembang dan memberikan dampak luas.

“Semoga Fatayat NU semakin berdaya, berdampak, dan mendunia,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jumlah umat Islam yang besar harus diiringi dengan kualitas yang baik, agar tidak menjadi seperti buih di lautan yang mudah terombang-ambing.

Lebih lanjut, KH Toha Abrori menjelaskan empat hal yang dapat membawa keberuntungan, yakni pentingnya ilmu, menjaga adab atau tata krama, menjaga marwah atau harga diri dengan kemandirian, serta amanah dan tanggung jawab.

“Fatayat diajarkan menjadi guru kehidupan, penggerak, sekaligus manajer atau pengelola. Semua itu tidak bisa dicapai tanpa proses berorganisasi,” tegasnya.

Tasyakuran Harlah Fatayat NU ke-76 ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat tradisi tholabul ilmi serta mempererat silaturahmi antarjamaah Fatayat NU di wilayah Kedungadem.(Hf)