Daerah  

Agrowisata Anggur Bandungrejo, Pesona Baru Bojonegoro di Luar Migas

imamjoss22
Whatsapp image 2026 01 26 at 191205 1 copy 1066x600

BOJONEGORO – Selama ini Kabupaten Bojonegoro dikenal luas sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi. Namun di balik potensi migas tersebut, Bojonegoro juga menyimpan kekayaan lain yang tak kalah menjanjikan, salah satunya di sektor pertanian dan agrowisata. Salah satu yang kini mulai mencuri perhatian adalah agrowisata kebun anggur di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.

Hamparan kebun anggur yang hijau dengan buah yang bergelantungan lebat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Di lokasi ini, wisatawan tidak hanya disuguhi pemandangan yang asri, tetapi juga bisa merasakan sensasi memetik anggur langsung dari pohonnya. Pengalaman tersebut membuat kebun anggur Bandungrejo ramai dikunjungi, tidak hanya oleh warga lokal Bojonegoro, tetapi juga pengunjung dari luar daerah.

Pengelola kebun anggur Bandungrejo, Junaidi, mengatakan kebun miliknya ditanami berbagai varietas anggur unggulan yang saat ini memiliki nilai jual tinggi. Beberapa jenis anggur yang dibudidayakan di antaranya Everest, Julian, Laria, Jupiter, Cerny, dan Banana. Seluruh varian tersebut dijual dengan harga Rp100.000 per kilogram.

“Dalam satu tahun, tanaman anggur ini bisa dipanen hingga dua kali, tergantung dari perawatan dan kesiapan tanaman,” ujar Junaidi.

Ia menjelaskan, dalam satu masa panen, kebun anggurnya mampu menghasilkan hingga 4 kwintal anggur. Menariknya, hasil panen tersebut bisa habis terjual hanya dalam waktu sekitar tiga hari. Tingginya permintaan menunjukkan bahwa anggur lokal Bojonegoro memiliki daya saing dan peluang besar untuk terus dikembangkan.

“Kebun anggur ini sebenarnya baru memasuki masa pembuahan pertama karena baru ditanam sekitar satu tahun lalu. Luas lahan kurang lebih 3.500 meter persegi dengan total sekitar 200 pohon anggur,” jelasnya.

Menurut Junaidi, mayoritas pembeli memilih membeli anggur dengan sistem campur atau mix varian. Hal itu dilakukan karena setiap jenis anggur memiliki karakter rasa yang berbeda dan unik.

“Anggur Jupiter rasanya manis dan aromanya wangi, Julian manis dengan kulit tipis, Laria teksturnya renyah dan segar. Varian lain juga punya keunggulan masing-masing,” terangnya.

Keberadaan kebun anggur di Desa Bandungrejo ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Bupati Bojonegoro bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro bahkan telah meninjau langsung lokasi kebun sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian inovatif dan wisata agro.

Dengan antusiasme pengunjung dan tingginya minat pembeli, kebun anggur Bandungrejo diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pertanian bernilai tambah di Bojonegoro. Selain meningkatkan pendapatan petani, agrowisata ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Akses menuju lokasi kebun anggur pun terbilang mudah. Infrastruktur jalan yang cukup baik membuat perjalanan menuju Desa Bandungrejo nyaman dilalui, sehingga pengunjung dapat menikmati wisata kebun anggur tanpa kendala berarti.(Hf)