Daerah  

Warga Dusun Banaran Lestarikan Tradisi Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Leluhur

imamjoss22
IMG 20260725 WA0113

BOJONEGORO – Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti Dusun Banaran, Desa Dayukidul, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, saat masyarakat menggelar tradisi Sedekah Bumi, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Kepala Desa Dayukidul ini menjadi agenda budaya tahunan yang terus dijaga sebagai warisan leluhur sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh masyarakat.

Sedekah Bumi merupakan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun dan masih dipertahankan oleh warga hingga saat ini. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan, tradisi tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat pedesaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kenduri dan doa bersama yang diikuti oleh warga Dusun Banaran. Dalam suasana yang khidmat, masyarakat memanjatkan doa agar hasil pertanian yang telah diperoleh membawa keberkahan, sekaligus memohon keselamatan, kesehatan, dan rezeki yang lebih baik pada musim tanam berikutnya.

Usai doa bersama, kemeriahan acara dilanjutkan dengan pagelaran seni karawitan Sekar Condong Laras pimpinan Ki Anom Tarjuki dari Dusun Ngrapah, Desa Mlidek, Kecamatan Kedungadem. Alunan gamelan dan tembang-tembang Jawa yang dibawakan para seniman berhasil menghibur masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Pertunjukan budaya tersebut semakin semarak dengan penampilan para waranggana, di antaranya Nyi Violin dan Nyi Retno, serta pramugari Gabidi yang turut menghidupkan suasana. Kehadiran mereka tidak hanya menghibur warga Dusun Banaran, tetapi juga menarik perhatian masyarakat dari desa-desa sekitar yang datang untuk menyaksikan jalannya acara.

Kepala Desa Dayukidul, Siti Mutma’inah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Sedekah Bumi yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Ia juga mengapresiasi seluruh masyarakat dan pihak-pihak yang telah berpartisipasi sehingga tradisi tahunan tersebut dapat kembali digelar dengan baik.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Sedekah Bumi ini sehingga acara dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, Sedekah Bumi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas limpahan hasil panen sekaligus bentuk penghormatan terhadap budaya dan tradisi yang diwariskan para leluhur.

Ia berharap tradisi tersebut terus dilestarikan oleh generasi muda agar nilai-nilai budaya lokal tidak luntur seiring perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan Sedekah Bumi juga diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat dan menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

“Sedekah Bumi bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga Dusun Banaran. Kami berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial tetap terjaga, sehingga Desa Dayukidul semakin maju, masyarakatnya rukun, serta hasil pertanian di tahun-tahun mendatang semakin melimpah dan membawa keberkahan bagi seluruh warga,” pungkas Siti Mutma’inah.

Melalui pelaksanaan Sedekah Bumi, masyarakat Dusun Banaran menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap memiliki tempat di tengah kehidupan modern. Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat hasil bumi, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya persatuan warga dalam menjaga budaya, memperkokoh nilai-nilai sosial, serta mewariskan kearifan lokal kepada generasi penerus agar tetap lestari sepanjang masa.(Hadi)