Daerah  

Pengajian dan Santunan Yatim Piatu TPQ Hidayatul Umam, Kades Sukorejo Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Agama Anak

imamjoss22
IMG 20260709 WA0001

MADIUN – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti halaman Masjid Baiturrahim, Dusun Ngepeh, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, saat TPQ Hidayatul Umam menggelar Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Piatu serta Dhuafa ke-IX dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Rabu malam (8/7/2026).

Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Ratusan jamaah dari berbagai kalangan tampak memenuhi lokasi acara sejak sore hingga malam hari.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gus Faisol Amir dari Dolopo sebagai penceramah, para kiai dan ulama, Kepala Desa Sukorejo Yoyon Mahmudi, S.Sos., pengurus dan takmir Masjid Baiturrahim, pengurus TPQ Hidayatul Umam, wali santri, tokoh masyarakat, para santri, serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukorejo Yoyon Mahmudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, ustaz, dan ustazah yang selama ini dengan penuh keikhlasan mengabdikan diri mendidik anak-anak melalui TPQ Hidayatul Umam.

Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda, terlebih di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang membawa berbagai tantangan bagi kehidupan anak-anak.

“Putra-putri panjenengan semua adalah generasi penerus bangsa. Karena itu harus kita persiapkan sebaik mungkin agar kelak menjadi generasi yang tangguh. Di era teknologi informasi seperti sekarang, apabila tidak dibekali ilmu agama tentu akan sangat mengkhawatirkan. Salah satu pondasi agar menjadi generasi yang kuat dan berhasil adalah pendidikan agama,” ujar Yoyon.

Ia mengajak seluruh orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak agar istiqamah belajar mengaji serta aktif mengikuti pendidikan di TPQ.

“Mari kita dukung bersama TPQ Hidayatul Umam yang sudah berjalan dengan baik ini. Jangan bosan mengingatkan putra-putri kita agar semangat belajar agama. Pendidikan agama merupakan bekal utama untuk menghadapi kehidupan di masa depan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Yoyon juga menjelaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu tidak hanya dilakukan saat momentum bulan Muharam.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Sukorejo memiliki program sosial melalui KPN Barokah, yang menjadi wadah pengelolaan sedekah, infak, dan zakat masyarakat.

“Insyaallah seluruh sedekah, infak, dan zakat yang dihimpun melalui KPN Barokah disalurkan kepada anak yatim piatu serta kaum dhuafa yang membutuhkan. Semoga keberadaan program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala TPQ Hidayatul Umam, Kiai Ahmad Poniran, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan tahun kesembilan tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, donatur, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan, baik berupa tenaga, pikiran, maupun bantuan materi sehingga acara dapat berlangsung dengan lancar.

“Alhamdulillah, atas nama pengurus TPQ Hidayatul Umam kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para donatur, dan semua pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar. Semoga menjadi amal ibadah yang mendapat balasan dari Allah SWT,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Ahmad Poniran juga menyampaikan pesan kepada para wali santri agar memberikan kesempatan kepada anak-anak mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran di TPQ hingga selesai.

Menurutnya, kegiatan belajar tidak hanya sebatas membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga diakhiri dengan doa bersama sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembiasaan ibadah.

“Kami mohon kepada para wali santri agar tidak mengajak pulang putra-putrinya sebelum jam pelajaran selesai. Setelah kegiatan membaca dan menulis masih ada doa bersama. Jika memang ada keperluan mendesak, silakan meminta izin terlebih dahulu kepada ustaz atau ustazah yang mengajar,” tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Gus Faisol Amir dari Dolopo. Mengawali ceramahnya, ia membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebelum memberikan pesan-pesan keagamaan kepada seluruh jamaah.

Dalam tausiahnya, Gus Faisol mengingatkan pentingnya menghadiri majelis ilmu sebagai sarana meningkatkan keimanan sekaligus memperbaiki akhlak. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada lembaga pendidikan, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari orang tua.

Ia juga menyoroti masih adanya wali santri yang menjemput anak ketika proses belajar mengajar belum selesai. Menurutnya, apabila orang tua telah menitipkan anak kepada guru, maka selama proses pembelajaran berlangsung tanggung jawab pendidikan berada di tangan para pendidik.

Karena itu, ia berharap para wali santri dapat menghormati proses pembelajaran yang sedang berlangsung dan tidak mengganggunya, kecuali dalam keadaan yang benar-benar mendesak.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat serta semangat berbagi di bulan Muharam.

Melalui Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Piatu serta Dhuafa ke-IX ini, TPQ Hidayatul Umam berharap dapat terus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperkuat pendidikan agama sejak usia dini, serta membangun sinergi antara orang tua, guru, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlakul karimah, peduli sesama, dan siap menghadapi tantangan zaman.(Hf)