BOJONEGORO – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro resmi membuka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PINTAR 49 Tahun 2026 di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (29/7/2026). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 29 Juli hingga 25 Agustus 2026.
Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat untuk Akselerasi Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif: Menggali Potensi, Mengembangkan Destinasi”, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berorientasi pada pengembangan potensi desa melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Pembukaan KKN dihadiri Kepala Desa Kesongo Kusnadi beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dosen pembimbing, kader PKK, tokoh masyarakat, serta mahasiswa peserta KKN PINTAR 49 Unugiri.
Dosen Pembimbing KKN, Mohamad Da’i, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan salam dari Rektor Unugiri sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Kesongo atas sambutan hangat yang diberikan kepada mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa bukan untuk mengajarkan atau membangun desa secara sepihak, melainkan membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Program yang kami bawa lebih berfokus pada pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM. Kami hadir bukan untuk membangun Desa Kesongo sendiri, tetapi untuk berkolaborasi dengan masyarakat agar bersama-sama mewujudkan Desa Kesongo yang lebih baik dari hari ini,” ujarnya.
Mohamad Da’i juga berharap seluruh program yang dijalankan selama KKN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara dunia akademik dengan lingkungan desa.
Sementara itu, Kepala Desa Kesongo Kusnadi secara resmi membuka pelaksanaan KKN PINTAR 49 Unugiri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Kesongo sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.
Kusnadi berharap mahasiswa dapat ikut mendorong pemanfaatan potensi desa, termasuk mengembangkan ketahanan pangan keluarga melalui budidaya sayuran di pekarangan rumah.
“Keinginan saya sederhana, begitu membuka pintu dapur, di depan rumah sudah ada tanaman sayur yang siap dipanen. Jadi masyarakat tidak perlu mengambil sayuran jauh ke sawah. Saya melihat program seperti budidaya sayur keluarga sangat cocok diterapkan di Desa Kesongo, apalagi yang hadir banyak ibu-ibu PKK dan mahasiswa juga mayoritas perempuan. Semoga bisa berkolaborasi dengan baik,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Kelompok KKN PINTAR 49 Unugiri, Moch. Azril Bachtiar A.F., mewakili seluruh mahasiswa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penerimaan yang hangat dari Pemerintah Desa maupun masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa telah menyusun sejumlah program kerja yang disesuaikan dengan potensi Desa Kesongo, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif dan desa wisata.
“Program kami berfokus pada pendampingan digitalisasi UMKM, seperti pendaftaran lokasi usaha di Google Maps dan pembuatan katalog produk agar potensi ekonomi kreatif di enam dusun dapat dikenal lebih luas,” jelasnya.
Selain itu, mahasiswa juga akan melaksanakan program penguatan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, literasi keuangan, hingga edukasi perencanaan tabungan haji bagi masyarakat.
Menurut Azril, seluruh mahasiswa hadir bukan hanya untuk menjalankan kewajiban akademik, tetapi ingin menjadi mitra masyarakat melalui pendekatan yang partisipatif.
“Kami memohon bimbingan, arahan, serta dukungan dari Bapak Kepala Desa dan seluruh masyarakat agar kehadiran kami selama satu bulan ke depan benar-benar memberikan manfaat bagi kemajuan Desa Kesongo. Apabila nantinya terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan KKN PINTAR 49 ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Dengan dukungan seluruh elemen desa, berbagai program yang dijalankan diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Desa Kesongo sebagai desa wisata yang maju, mandiri, serta memiliki daya saing melalui penguatan sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.(Hadi)






