Daerah  

Mahasiswa KKN UNISDA Lamongan Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini kepada Siswa SDN Pejok 2

imamjoss22
IMG 20260727

BOJONEGORO – Kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan perlu ditanamkan sejak usia dini. Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan Kelompok Desa Pejok menggelar Sosialisasi Penguatan Literasi Keuangan dan Gerakan Menabung Sejak Dini bagi siswa kelas II dan III SD Negeri Pejok 2, Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi yang bertujuan membangun karakter anak agar lebih bijak dalam mengelola keuangan sejak usia dini. Para siswa dikenalkan pada konsep dasar literasi keuangan, mulai dari mengenal fungsi uang, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, hingga pentingnya menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung.

Ketua KKN UNISDA Lamongan Kelompok Desa Pejok, Adam Aria Ardiwinata, mengatakan bahwa pendidikan literasi keuangan sejak dini merupakan bekal penting bagi anak-anak dalam membentuk kebiasaan hidup hemat dan bertanggung jawab.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa menabung merupakan kebiasaan baik yang perlu dibangun sejak kecil. Dengan begitu mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan di masa depan,” ujarnya.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kegiatan diawali dengan sesi ice breaking yang membuat para siswa lebih bersemangat mengikuti materi. Selanjutnya, mahasiswa KKN menyampaikan materi menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak serta disertai berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Agar pembelajaran semakin menarik, mahasiswa juga mengajak siswa mengikuti permainan edukatif, kuis, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif menjawab pertanyaan maupun menceritakan pengalaman mereka saat menabung di rumah ataupun di sekolah.

Sebagai bentuk tindak lanjut, setiap siswa memperoleh sebuah celengan kaleng bergambar yang dapat dihias sesuai kreativitas masing-masing. Setelah selesai diwarnai, celengan tersebut dibawa pulang sebagai media pembelajaran sekaligus motivasi agar anak-anak mulai membiasakan diri menabung bersama keluarga di rumah.

Program tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan kebiasaan positif dalam mengelola uang sejak usia dini. Selain meningkatkan pemahaman mengenai literasi keuangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan orang tua, budaya gemar menabung diharapkan terus tumbuh di lingkungan siswa. Dengan demikian, edukasi sederhana yang diberikan selama kegiatan KKN ini dapat menjadi langkah awal dalam mencetak generasi yang cerdas, hemat, dan memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik sejak dini.(Hadi)