Daerah  

Hj. Samiasih Didaulat Jadi Penasihat BKMT Kedungadem, Aisyiyah Siap Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan UMKM

imamjoss22
IMG 20260629 WA0162 copy 532x304

BOJONEGORO – Kiprah organisasi perempuan Islam Aisyiyah di Kecamatan Kedungadem semakin mendapat pengakuan. Hal itu ditandai dengan dipercayanya Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Kedungadem, Hj. Samiasih, sebagai Penasihat Persatuan Majelis Taklim (PERMATA) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Kedungadem masa khidmat 2025–2030.

Pengukuhan pengurus berlangsung di Gedung PSHT, Dusun Ngrapah, Desa Mlidek, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (28/6/2026), dan dihadiri berbagai organisasi perempuan Islam, tokoh masyarakat, serta jajaran Forkopimcam.

Hj. Samiasih mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Aisyiyah untuk turut mengambil peran dalam kepengurusan BKMT. Menurutnya, BKMT merupakan wadah yang mempersatukan berbagai organisasi perempuan Islam dalam semangat memperkuat dakwah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BKMT bukan hanya milik satu organisasi. Di dalamnya bergabung Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Muslimat NU, Fatayat NU, hingga LDII. Semuanya bersatu dalam semangat ukhuwah Islamiyah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan BKMT yang dinilai berhasil membangun komunikasi dan kolaborasi lintas organisasi. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting untuk mewujudkan perempuan berkemajuan sekaligus menghadirkan program-program yang berdampak bagi masyarakat.

“Kolaborasi ini sangat penting dalam mewujudkan perempuan berkemajuan sebagaimana cita-cita Aisyiyah. Kami berharap sinergi yang telah terjalin terus diperkuat sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Saat ini, Aisyiyah Kedungadem memiliki sekitar 1.300 anggota aktif yang tersebar di berbagai ranting. Selain rutin menyelenggarakan pengajian dan kajian Islam, organisasi ini juga aktif menggelar seminar kesehatan, pencegahan stunting, edukasi pernikahan dini, pertanian, serta berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga.

Di bidang ekonomi, Aisyiyah mengembangkan pelatihan keterampilan seperti membatik jumputan, ecoprint, dan berbagai pelatihan ekonomi kreatif lainnya. Melalui gerakan MAPAK (Mak-Mak Berdampak), Aisyiyah mendorong perempuan menjadi agen perubahan yang produktif, mandiri, dan berdaya di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Aisyiyah juga menjalankan Program Inklusi dan Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA) sebagai upaya memperkuat pelaku usaha mikro. Melalui kedua program tersebut, anggota Aisyiyah maupun masyarakat memperoleh pendampingan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing usaha.

Pelaksanaan Program Inklusi turut mendapat dukungan dari Ketua BKMT Kecamatan Kedungadem, Ika Nurul Hidayah, sehingga sinergi antara BKMT dan Aisyiyah diharapkan semakin memperluas pendampingan bagi pelaku UMKM di wilayah Kedungadem.

Hj. Samiasih berharap seluruh program dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Qaryah Thayyibah, yaitu masyarakat yang religius, sejahtera, mandiri, dan saling memberi manfaat.

Sementara itu, Ketua BKMT Kecamatan Kedungadem, Ika Nurul Hidayah, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PERMATA BKMT yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa amanah kepengurusan merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.

“Panjenengan semua telah diberi amanah dan kepercayaan oleh Allah SWT. Semoga mampu menjalankan tugas ini dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ika menjelaskan, BKMT merupakan wadah yang menghimpun berbagai organisasi perempuan Islam dengan semangat persatuan, kasih sayang, dan peningkatan kualitas keagamaan. Dalam menjalankan roda organisasi, BKMT Kedungadem mengusung visi ADEMM, yakni Adaptif, Dinamis, Efisien, Mandiri, dan Membanggakan.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 425 majelis taklim di Kecamatan Kedungadem. Dari jumlah tersebut, 393 majelis taklim telah memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Agama, sedangkan 32 majelis taklim lainnya masih dalam proses pengurusan administrasi.

Menurutnya, penguatan BKMT tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, ia berharap sinergi antara BKMT, Forkopimcam, pemerintah desa, dan seluruh organisasi yang tergabung di dalamnya terus diperkuat, sehingga BKMT mampu menjadi motor penggerak dakwah, pendidikan keagamaan, serta pemberdayaan umat di Kecamatan Kedungadem.(Hf)