BOJONEGORO – Menjelang peringatan Suran Agung ke-123 tahun 2026, Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM) Cabang Bojonegoro mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh anggotanya. Ketua PSHW TM Cabang Bojonegoro, Sasmito Anggoro, mengimbau seluruh Saudara Seasuhan untuk menjaga kondusivitas dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan damai serta tertib.
Peringatan Suran Agung ke 123 yang digelar pada tanggal 18 Juni 2026 ini diharapkan menjadi momentum sakral untuk merefleksikan hari lahir SH, sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa insan SH mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.
Dalam arahannya, Sasmito Anggoro menekankan bahwa Suran Agung bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ruang untuk menempa diri.
“Pelaksanaan Suran Agung ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Saudara Seasuhan SH Winongo. Mari kita maknai peringatan hari lahir SH ini untuk menciptakan diri menjadi insan SH yang lebih baik, berbudi luhur, dan bermanfaat,” ujar Sasmito, Sabtu (27/6/2026).
Ia juga mengingatkan agar esensi dari kegiatan ini tidak tercoreng oleh tindakan-tindakan egois yang dapat merugikan pihak lain.
“Jangan justru dengan adanya kegiatan Suran Agung ini, kita malah mengganggu ketertiban di masyarakat. Sebaliknya, kita harus memberikan rasa aman, kedamaian, dan kenyamanan agar acara berjalan dengan lancar dan berkah,” imbuhnya.
Menindaklanjuti arahan dari pihak Kepolisian serta instruksi langsung dari Bapak Pengasuh PSHW Pusat Madiun, PSHW TM Cabang Bojonegoro menerapkan aturan ketat terkait mobilisasi massa menuju Madiun.
Sasmito meminta dengan tegas agar tidak ada satu pun anggota yang berangkat ke Madiun menggunakan sepeda motor. Langkah ini diambil demi keselamatan bersama dan untuk menghindari gesekan di jalan raya.
Seluruh anggota yang berangkat wajib menggunakan kendaraan roda empat (mobil/bisa/elf) yang terkoordinasi, Mengikuti seluruh protokoler dan arahan dari aparat kepolisian selama perjalanan pergi hingga pulang.
Dengan komitmen bersama ini, PSHW TM Cabang Bojonegoro optimistis Suran Agung ke-123 tahun 2026 akan menjadi simbol kedamaian dan kebersamaan yang indah di tengah masyarakat.






