Daerah  

Nggemblang Kampung Samin, Tradisi Syukur Panen yang Menjaga Persaudaraan dan Kearifan Leluhur

imamjoss22
IMG 20260614 WA0049 copy 1216x912

BOJONEGORO – Tradisi budaya Nggemblang kembali digelar oleh masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu Pahing (14/6/2026). Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Suasana Nggemblang tahun ini tampak lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain diikuti oleh warga Samin dan masyarakat sekitar, kegiatan tersebut juga dimeriahkan oleh komunitas jeep yang menggelar kegiatan off-road di kawasan hutan jati Margomulyo. Kehadiran berbagai kalangan tersebut menambah semarak acara tanpa mengurangi nilai-nilai budaya yang menjadi ruh dari tradisi Nggemblang.

Bagi masyarakat Samin, Nggemblang bukan sekadar perayaan pasca panen. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang telah diperoleh. Dalam pelaksanaannya, warga saling berbagi makanan kepada sanak saudara, tetangga, dan kerabat sebagai simbol kebersamaan serta rasa peduli terhadap sesama.

Secara etimologis, Nggemblang berasal dari ungkapan gembelake sanak kadang, yang berarti mengumpulkan saudara, kerabat, dan teman. Filosofi tersebut mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Samin.

Generasi kelima penerus ajaran Samin Surosentiko, Bambang Sutrisno, menuturkan bahwa tujuan utama tradisi Nggemblang adalah menjaga hubungan baik antarsesama agar ikatan persaudaraan tetap terjalin erat dari generasi ke generasi.

“Tujuan Nggemblang adalah untuk mempererat hubungan saudara, teman, dan juga handai taulan. Jangan sampai ada yang hilang atau putus tali persaudaraannya,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, nilai yang terkandung dalam Nggemblang tidak akan berubah meskipun kegiatan tersebut dikemas lebih meriah dengan melibatkan berbagai komunitas. Kehadiran komunitas jeep dan aktivitas off-road justru menunjukkan bahwa budaya lokal dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan makna yang diwariskan leluhur.

“Walaupun dimeriahkan dengan kegiatan off-road oleh teman-teman komunitas jeep, hal itu tidak mengubah makna dari Nggemblang itu sendiri,” jelasnya.

Tradisi Nggemblang selama ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya masyarakat Samin yang dikenal konsisten menjaga ajaran leluhur. Nilai-nilai seperti gotong royong, kejujuran, kesederhanaan, dan kebersamaan terus diwariskan melalui berbagai kegiatan adat yang masih rutin dilaksanakan hingga sekarang.

Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Samin menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan pedoman hidup yang tetap relevan dalam membangun keharmonisan sosial. Melalui Nggemblang, warga tidak hanya merayakan keberhasilan panen, tetapi juga memperkuat solidaritas, menjaga silaturahmi, serta meneguhkan identitas budaya yang menjadi kebanggaan bersama.

Tradisi ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman, sekaligus menjadi jembatan yang menyatukan generasi tua dan muda dalam semangat persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.(Hf)