BOJONEGORO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan Tahun 2026 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa melalui program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan yakni Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pembenah Tanah Organik Berbasis Residu Sawah dan JADAM Sulfur di Balai Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi bagi para petani untuk mengenal teknologi pertanian yang ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan. Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISDA ingin mendorong terciptanya sistem pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan produktivitas lahan.
Pelatihan menghadirkan akademisi sekaligus praktisi pertanian, Mariyatul Qibtiyah, S.P., M.P., sebagai narasumber utama. Hadir pula Kepala Desa Pejok Mustahar, perangkat desa, kelompok tani, serta puluhan masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan antusias sejak sesi penyampaian materi hingga praktik langsung.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pejok Mustahar mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNISDA Lamongan yang menghadirkan program edukatif sesuai kebutuhan masyarakat desa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.
Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan residu sawah yang selama ini kerap dibakar atau dibiarkan menumpuk setelah masa panen.
“Residu sawah yang biasanya hanya dibakar atau dibiarkan ternyata dapat diolah menjadi pembenah tanah organik yang bermanfaat. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas lahan pertanian di Desa Pejok,” ujar Mustahar.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Mariyatul Qibtiyah menjelaskan bahwa pembenah tanah organik berfungsi memperbaiki kualitas tanah dari berbagai aspek, mulai sifat fisik, kimia, hingga biologinya. Tanah yang sehat, menurutnya, akan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk maupun bahan kimia sintetis.
Ia juga memperkenalkan JADAM Sulfur, salah satu teknologi pertanian alami yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif ramah lingkungan dalam menjaga kesehatan tanaman sekaligus membantu menekan serangan organisme pengganggu tanaman.
Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian teori, tetapi juga demonstrasi pembuatan pembenah tanah organik berbasis residu sawah dan proses pembuatan JADAM Sulfur. Seluruh peserta diajak mengikuti setiap tahapan praktik secara langsung sehingga dapat menerapkannya secara mandiri di lahan masing-masing.
Wakil Koordinator Desa KKN UNISDA Lamongan, Chabib Muhammad Ramadhan, mengatakan program tersebut disusun berdasarkan potensi sekaligus kebutuhan masyarakat Desa Pejok yang mayoritas menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.
Menurutnya, pemanfaatan limbah pertanian menjadi pembenah tanah organik tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi petani melalui efisiensi biaya produksi.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna, mengurangi biaya produksi pertanian, serta mendukung penerapan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi. Para petani aktif berdialog dengan narasumber mengenai teknik pembuatan, cara penggunaan, hingga manfaat pembenah tanah organik dan JADAM Sulfur dalam meningkatkan kesuburan lahan.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi pertanian yang murah, mudah diterapkan, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara mahasiswa KKN UNISDA Lamongan, pemerintah desa, akademisi, kelompok tani, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Melalui program unggulan tersebut, mahasiswa KKN UNISDA Lamongan Tahun 2026 berharap ilmu yang telah dibagikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Pejok untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki kualitas lahan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.(Hf)






