Daerah  

SMSI dan ABPEDNAS Perkuat Sinergi Nasional untuk Transparansi Desa dan Publikasi Program Strategis

imamjoss22
IMG 20260521 074619 copy 1240x564

JAKARTA – Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menjajaki kolaborasi nasional dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) guna memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Kantor Pusat DPP ABPEDNAS, Jalan Gudang Peluru Raya No. 29, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2026) sore.

Delegasi SMSI dipimpin langsung Ketua Umum Firdaus didampingi Sekretaris Jenderal Makali Kumar, Bendahara Iwan Jalaluddin, serta Wakil Ketua Dewan Penasihat Taufiqurochman.

Sementara dari pihak ABPEDNAS hadir Ketua Dewan Pengawas Reda Manthovani, Ketua Umum Indra Utama, serta Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus memaparkan perkembangan organisasi yang berdiri sejak 7 Maret 2017 dan kini menjadi salah satu konstituen Dewan Pers. Ia menyebut, SMSI saat ini memiliki lebih dari 3.181 perusahaan media siber yang tersebar di 35 provinsi serta berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Menurut Firdaus, kekuatan jaringan media yang dimiliki SMSI menjadi modal strategis untuk mendukung penyebarluasan informasi pembangunan desa dan penguatan komunikasi publik hingga ke daerah-daerah.

“Kami beraudiensi dengan DPP ABPEDNAS untuk membangun sinergi dan kerja sama dalam mendukung program-program penguatan aspirasi masyarakat serta tata kelola pemerintahan desa,” ujar Firdaus.

Ia menambahkan, SMSI siap mengambil peran dalam publikasi program strategis ABPEDNAS melalui media-media anggota di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut, lanjutnya, akan dijalankan sesuai fungsi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, baik melalui penyampaian informasi yang objektif, edukasi publik, maupun fungsi kontrol sosial.

“Kami siap mendukung dan berkolaborasi dengan ABPEDNAS di seluruh wilayah Indonesia, termasuk dalam penyebarluasan informasi pembangunan desa melalui media anggota SMSI di daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) menyambut positif langkah kolaborasi tersebut. Ia menilai penguatan desa merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, ABPEDNAS hadir sebagai organisasi profesi tingkat nasional yang mewadahi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi sarana komunikasi, koordinasi, dan penyalur aspirasi masyarakat desa.

“BPD harus menjadi garda terdepan dalam memastikan pemerintahan desa berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat,” tegas Prof. Reda.

Ia juga menegaskan komitmen Kejaksaan dalam mendukung penguatan kapasitas dan fungsi pengawasan ABPEDNAS agar berjalan profesional serta berintegritas.

“Desa yang kuat membutuhkan kelembagaan yang kuat. Kejaksaan dan semua pihak, termasuk SMSI, dapat mendampingi ABPEDNAS agar seluruh proses pengawasan dan kemitraan berjalan profesional,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana menyampaikan kesiapan organisasinya untuk menjalin kerja sama lebih luas dengan SMSI, terutama dalam mendukung publikasi program-program pembangunan desa dan membangun opini publik yang positif.

Menurut Adhitya, kolaborasi tersebut merupakan implementasi hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ABPEDNAS, khususnya dalam penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas BPD, dan memperkuat sinergi bersama lembaga pemerintah maupun organisasi pers.

“Kerja sama dengan SMSI menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan membangun gotong royong dalam menjaga desa serta membangun Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, ABPEDNAS telah melaksanakan berbagai program kreatif dalam pengawasan desa, salah satunya melalui lomba film pendek bertema “Jaksa Garda Desa” dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.

Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen kedua organisasi untuk menindaklanjuti kerja sama secara konkret dengan melibatkan seluruh pengurus daerah masing-masing di berbagai wilayah Indonesia.(Red)