Daerah  

Perkuat Ketahanan Ekonomi, BRI Peduli Latih 60 Purna PMI di Cirebon Berwirausaha

imamjoss22
IMG 20260630 WA0463 copy 1472x981

CIREBON – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggelar Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program ini ditujukan bagi para pekerja migran yang telah menyelesaikan masa kontrak kerja di luar negeri dan kembali ke Indonesia untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 60 purna PMI asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Kamis (11/6/2026). Melalui program tersebut, peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan agar mampu membangun usaha produktif serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Pelatihan yang diberikan meliputi dasar-dasar kewirausahaan, identifikasi potensi usaha dan peluang pasar lokal, penyusunan rencana bisnis (business plan), manajemen usaha yang mencakup produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan mental dan motivasi berwirausaha, serta pendampingan bisnis setelah pelatihan agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa program pemberdayaan purna PMI dirancang untuk membekali para peserta dengan kemampuan yang dibutuhkan agar mampu menciptakan sumber penghasilan baru melalui usaha mandiri maupun meningkatkan peluang kerja di dalam negeri.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan kewirausahaan, tetapi juga membantu peserta memahami cara menyusun perencanaan bisnis yang matang serta mengelola usaha secara profesional agar mampu bertahan dan berkembang.

“Melalui program ini, peserta didorong untuk memulai maupun mengembangkan usaha produktif sesuai potensi dan peluang di daerah masing-masing. Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, mereka diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus berkontribusi aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Dhanny.

BRI menilai Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah prioritas dalam pelaksanaan program tersebut. Berdasarkan data penempatan PMI per Desember 2025 dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pekerja migran terbesar di Indonesia, yakni mencapai sekitar 21,93 persen dari total nasional.

Sementara itu, Kabupaten Cirebon masuk dalam lima besar daerah asal PMI di Indonesia dengan kontribusi sekitar 4,02 persen. Jumlah pekerja migran dari daerah tersebut juga mengalami peningkatan dari 767 orang menjadi 886 orang sepanjang 2025 atau tumbuh sekitar 15,51 persen.

Melihat tingginya jumlah purna PMI di wilayah tersebut, BRI berharap program pemberdayaan ini mampu meningkatkan kapasitas para peserta dalam mengelola usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru melalui berkembangnya usaha-usaha produktif di daerah.

Salah satu peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan yang diberikan. Perempuan yang pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura itu menilai materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kebutuhan para purna pekerja migran yang ingin merintis atau mengembangkan usaha.

Menurut Tanipa, selain mendapatkan pemahaman mengenai validasi model bisnis, peserta juga memperoleh pengetahuan tentang literasi keuangan, mulai dari pengelolaan keuangan usaha hingga strategi mengembangkan bisnis agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Saya berharap pelatihan seperti ini terus dilaksanakan oleh BRI sehingga semakin banyak purna PMI yang memperoleh bekal untuk membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tuturnya.

Melalui Program Pemberdayaan Purna PMI, BRI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung lahirnya wirausaha-wirausaha baru dari kalangan mantan pekerja migran. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi, mengurangi ketergantungan terhadap pekerjaan di luar negeri, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.(Hf)