BOJONEGORO – Majelis Taklim Al Mukhlisin Dusun Grogol bersama Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sidorejo menggelar santunan bagi anak yatim dalam rangka kegiatan Lailatul Ijtima’. Kegiatan tersebut berlangsung di Mushola Al Ikhlas, Dusun Grogol, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (29/6/2026).
Kegiatan keagamaan yang rutin digelar warga Nahdliyin itu berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
Acara dihadiri Rois Syuriyah Ranting NU Desa Sidorejo, Ketua Ranting NU Desa Sidorejo beserta jajaran pengurus, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Majelis Taklim Al Mukhlisin, serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Lailatul Ijtima’. Suasana religius semakin terasa saat para jamaah bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan, keberkahan, dan kemajuan masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial dari para donatur dan warga yang secara bersama-sama menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Dalam tausiyahnya, Rois Syuriyah NU Kedungadem, KH Muji Utomo, menegaskan bahwa menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk pengamalan ajaran Islam yang sangat dianjurkan. Menurutnya, rasa syukur kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi orang lain.
“Kita harus bersyukur karena diberikan kesehatan, kenikmatan, hidayah, dan rezeki oleh Allah SWT. Apabila kita mensyukuri nikmat-nikmat tersebut, maka Allah akan menambah nikmat yang lain. Bersyukur dapat diwujudkan melalui lisan maupun perbuatan,” tuturnya.
KH Muji Utomo juga menjelaskan bahwa salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah menginfakkan sebagian harta untuk kepentingan umat. Membahagiakan dan membantu anak yatim, lanjutnya, merupakan amal yang memiliki keutamaan besar dan akan mendatangkan keberkahan bagi pemberinya.
Ia berharap semangat berbagi yang telah tumbuh di tengah masyarakat dapat terus dipelihara sehingga menjadi budaya yang menguatkan persaudaraan dan kepedulian sosial di lingkungan Nahdliyin.
Sementara itu, Ketua Ranting NU Desa Sidorejo, Imam Syafi’i, menyampaikan apresiasi kepada Majelis Taklim Al Mukhlisin yang telah berkolaborasi dengan Ranting NU dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kekompakan dan memperkuat nilai-nilai gotong royong.
“Alhamdulillah, atas nama Pengurus Ranting NU Desa Sidorejo kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan seluruh pihak yang telah terlibat sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar. Semoga amal sedekah panjenengan semua menjadi berkah, barokah, dan diterima Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan Lailatul Ijtima’ dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Selain menjadi sarana ibadah dan mempererat silaturahmi warga, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Al Mukhlisin dan Ranting NU Desa Sidorejo kembali menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan dalam bentuk nasihat dan doa, tetapi juga melalui aksi nyata. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang terus dipupuk diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berbagi dan menebar keberkahan kepada mereka yang membutuhkan.(Hf)






