Daerah  

Pengurus Baru NPCI Bojonegoro Dilantik, Siap Cetak Atlet Disabilitas Berprestasi

imamjoss22
L1t5dWInKb0KlTED

BOJONEGORO – Sebanyak 22 pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/7/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Sekretaris NPCI Jawa Timur Sucipto, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para atlet disabilitas.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa kemajuan olahraga bagi penyandang disabilitas membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan sesuai kapasitas dan tanggung jawab untuk mendorong berkembangnya pembinaan atlet disabilitas.

Bupati berharap kepengurusan yang baru mampu membangun organisasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan prestasi. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini yang dilakukan secara berkelanjutan, didukung pelatih yang profesional serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Olahraga disabilitas bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang kesetaraan, kemandirian, kepercayaan diri, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Jangan pernah merasa minder ataupun menganggap keterbatasan adalah akhir dari segalanya. Tetap semangat, terus berprestasi, dan mari berkolaborasi bersama,” ujar Bupati.

Sementara itu, Sekretaris NPCI Jawa Timur, Sucipto, menyampaikan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari penguatan organisasi agar semakin profesional dalam membina olahraga disabilitas.

Menurutnya, organisasi yang sehat harus ditopang oleh tata kelola yang baik, pembinaan yang berkelanjutan, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Ia menjelaskan, pembangunan organisasi NPCI Jawa Timur bertumpu pada tiga pilar utama, yakni sarana dan prasarana sebagai fondasi, pembinaan sebagai proses, serta organisasi sebagai sistem. Ketiga pilar tersebut harus berjalan beriringan untuk mencetak atlet-atlet disabilitas yang mampu mengharumkan nama daerah hingga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua NPCI Kabupaten Bojonegoro periode 2025–2030, Suraji, mengatakan saat ini NPCI Bojonegoro membina lebih dari 50 atlet disabilitas mulai usia sekolah hingga remaja. Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga selama ini sangat membantu proses pembinaan atlet maupun keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan.

Suraji menambahkan, pada masa kepengurusan yang baru pihaknya akan memperluas pencarian bibit atlet disabilitas melalui kerja sama dengan sekolah reguler maupun sekolah inklusif di Kabupaten Bojonegoro. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaring lebih banyak potensi atlet sehingga prestasi olahraga disabilitas Bojonegoro terus meningkat dan mampu bersaing di berbagai ajang, baik tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.(Kominfo)