Daerah  

Guyub Rukun Warga Ngaglik Warnai Tradisi Sedekah Bumi di Desa Panjang

imamjoss22
IMG 20260604 WA0442 copy 992x744

BOJONEGORO – Semangat gotong royong dan rasa syukur atas limpahan hasil panen kembali mewarnai kehidupan masyarakat Dusun Ngaglik, Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Kamis (4/6/2026), warga setempat menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi yang berlangsung khidmat, meriah, dan penuh kebersamaan.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi salah satu bentuk ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diberikan sepanjang tahun. Selain sebagai wujud rasa syukur, Sedekah Bumi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan menjaga kelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat pedesaan.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Panjang beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota Linmas, serta seluruh warga Dusun Ngaglik yang dengan antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

Prosesi Sedekah Bumi diawali dengan doa bersama dan kenduri yang dipusatkan di kediaman Kepala Dusun (Kasun) Ngaglik. Dalam suasana penuh kekhusyukan, warga dari berbagai kalangan usia berkumpul untuk memanjatkan doa bersama, memohon keselamatan, keberkahan, dan hasil panen yang lebih baik di masa mendatang.

Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan rasa kekeluargaan yang masih terjaga di tengah masyarakat. Warga tampak berbaur tanpa memandang usia maupun latar belakang, menikmati momen kebersamaan yang menjadi ciri khas tradisi Sedekah Bumi.

Sebagai puncak acara, panitia menghadirkan hiburan kesenian tradisional Langen Tayub yang dibawakan Grup Seni Karawitan Sekar Condong Laras dari Dusun Ngrapah, Desa Mlidek, Kecamatan Kedungadem. Kesenian yang dipimpin oleh Ki Anom Tarjuki tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi pertunjukan.

Suasana semakin semarak dengan penampilan para waranggono atau sinden, yakni Nyi Wariati, Nyi Khusnul, Nyi Tika, dan Nyi Suci, yang membawakan berbagai tembang Jawa dengan iringan gamelan. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari warga yang menikmati hiburan hingga acara berlangsung meriah.

Kepala Dusun Ngaglik, Supartam, mengatakan bahwa pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini sepenuhnya didukung oleh swadaya masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan warga menjadi faktor utama terselenggaranya kegiatan tersebut setiap tahun.

“Tradisi ini kami laksanakan setiap tahun dengan dana murni dari swadaya masyarakat. Ini merupakan bentuk kesadaran bersama untuk menjaga budaya sekaligus ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah,” ujar Supartam.

Sementara itu, Kepala Desa Panjang, Hari Hartono, mengapresiasi kekompakan seluruh panitia dan warga yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga tradisi Sedekah Bumi tetap terjaga dan ke depan dapat dilaksanakan lebih meriah lagi,” tuturnya.

Bagi masyarakat Dusun Ngaglik, Sedekah Bumi bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur, sarana mempererat tali silaturahmi, sekaligus bentuk komitmen masyarakat dalam nguri-uri budaya warisan leluhur agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Melalui pelaksanaan Sedekah Bumi, warga berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga tradisi yang telah mengakar kuat tersebut tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.(Hf)