Dua Bocah Kembar di Bojonegoro Tewas Tenggelam di Sungai Pacal

imamjoss22
IMG 20260130 WA0418

BOJONEGORO – Peristiwa tragis menimpa dua bocah kembar asal Kabupaten Bojonegoro. Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Pacal, tepatnya di Desa Belun, Kecamatan Temayang, pada Jumat (30/1/2026) siang.

Kedua korban diketahui bernama Rendy Wijaya dan Rindy Wijaya, bocah kembar berusia 4 tahun, warga Dusun Krajan RT 02 RW 02 Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan Kepala Desa Belun, Bambang Sujoko, kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, kedua korban tengah bermain di tepi Sungai Pacal.

Diduga akibat kondisi tanah di sekitar sungai yang licin, kedua bocah tersebut terpeleset dan jatuh ke dalam aliran sungai yang cukup deras. Peristiwa tersebut diketahui oleh warga sekitar yang kemudian segera melakukan upaya pencarian secara mandiri.

“Warga sekitar langsung melakukan pencarian setelah mengetahui kejadian,” ujar Heru Wicaksi.

Upaya pencarian warga membuahkan hasil. Korban pertama berhasil ditemukan sekitar pukul 12.15 WIB, disusul korban kedua sekitar pukul 12.30 WIB. Namun, keduanya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bojonegoro menerima laporan kejadian pada pukul 11.10 WIB. Personel BPBD kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 12.10 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 12.35 WIB.

Setibanya di lokasi, petugas BPBD langsung melakukan asesmen kejadian, berkoordinasi dengan unsur terkait, serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban di rumah duka.

Sebagai bentuk kepedulian, BPBD Bojonegoro menyerahkan bantuan berupa dua paket sembako kepada keluarga korban untuk membantu meringankan beban di tengah suasana duka.

Kalaksa BPBD Bojonegoro juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, saluran air, maupun lokasi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah kejadian serupa, terutama di wilayah yang dekat dengan sungai,” pungkasnya.(Red)