Daerah  

Tak Kenal Kata Menyerah, Mbah Kun Terus Berkarya sebagai Jurnalis, Petani, dan Pedagang

imamjoss22
IMG 20260531 085207 copy 800x581

BOJONEGORO – Tidak ada kata terlambat untuk meraih kesuksesan dan memberikan manfaat bagi sesama. Pesan inspiratif itu tercermin dalam sosok Hadi Fatekun (Mbah Kun), seorang jurnalis Warta Malowopati yang berasal dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Di usia yang tidak lagi muda, Mbah Kun tetap aktif menjalani berbagai aktivitas produktif. Selain mengabdikan diri sebagai jurnalis, ia juga menekuni profesi sebagai petani dan pedagang musiman. Ketiga peran tersebut dijalani dengan penuh semangat, ketekunan, dan rasa tanggung jawab.

Bagi Mbah Kun, usia bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. Justru pengalaman hidup yang panjang menjadi modal berharga untuk terus belajar, bekerja, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki waktu dan jalan hidup yang berbeda dalam meraih keberhasilan.

Perjalanan hidup yang dilaluinya tidak selalu mudah. Berbagai tantangan, kesulitan, dan kegagalan pernah dihadapi. Namun semua itu tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter kuat dan sikap pantang menyerah.

Sebagai jurnalis, Mbah Kun terus berupaya menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat. Sementara sebagai petani, ia memahami betul pentingnya kerja keras dan kesabaran dalam menanti hasil. Di sisi lain, aktivitas sebagai pedagang musiman menunjukkan semangatnya untuk terus berusaha dan mandiri.

Menurutnya, kesuksesan tidak hanya diukur dari harta, jabatan, atau popularitas. Kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu menjalani hidup dengan bahagia, memiliki keluarga yang harmonis, kesehatan yang baik, serta dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Mbah Kun juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Ia menilai bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari akan membawa perubahan besar di masa depan.

Selain kerja keras, ia menekankan pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan bersyukur, seseorang akan lebih mampu menikmati proses kehidupan, tetap optimistis dalam menghadapi ujian, dan merasakan keberkahan dalam setiap langkah yang dijalani.

Kisah Mbah Kun menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh semangat untuk terus berjuang dan memperbaiki diri. Dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, ia membuktikan bahwa selama masih memiliki kemauan, doa, dan rasa syukur, tidak ada kata terlambat untuk terus berkarya dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

Sosok Mbah Kun mengajarkan bahwa kehidupan adalah tentang terus melangkah, terus belajar, dan terus bersyukur. Sebab, mereka yang berhasil bukanlah yang tidak pernah jatuh, melainkan mereka yang selalu bangkit dan melanjutkan perjalanan.(Hf)