Daerah  

Samudi Pimpin Sedekah Bumi Kepohkidul, Wujud Syukur atas Panen Melimpah dan Lestarikan Tradisi Leluhur

imamjoss22
IMG 20260712 WA0276

BOJONEGORO – Kepala Desa Kepohkidul, Samudi, S.H., kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya leluhur dengan memimpin pelaksanaan tradisi tahunan Sedekah Bumi yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Kepohkidul di Dusun Krajan, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (12/7/2026).

Tradisi yang telah mengakar di tengah masyarakat ini menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong antarwarga.

Prosesi Sedekah Bumi diawali dengan doa bersama yang dilaksanakan di halaman rumah Kepala Desa Samudi. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta ratusan warga Desa Kepohkidul. Dengan penuh kekhusyukan, mereka memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, hasil panen yang melimpah, kesehatan, keselamatan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Pada peringatan Sedekah Bumi tahun ini, Pemdes Kepohkidul mengangkat tema:

“Nyedekahi bumi kang dipun paringi Gusti, Mugi tansah lestari alamipun, makmur desanipun, lan guyub rukun warganipun.”

Tema tersebut memiliki makna, “Mensyukuri bumi yang dianugerahkan Tuhan, semoga alamnya senantiasa lestari, desanya makmur, dan warganya hidup guyub rukun.” Tema ini menjadi pengingat bahwa kemakmuran masyarakat tidak lepas dari rasa syukur kepada Tuhan, kepedulian terhadap kelestarian alam, serta kuatnya persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Usai prosesi Sedekah Bumi dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan hiburan Seni Langen Tayub yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat Kepohkidul. Bagi warga setempat, pertunjukan tayub bukan sekadar hiburan, melainkan simbol suka cita setelah musim panen usai. Melalui kesenian tersebut, masyarakat mengekspresikan rasa syukur dan kebahagiaan atas hasil bumi yang telah diberikan.

Suasana semakin semarak ketika warga berbaur menyaksikan pertunjukan. Bahkan sebagian masyarakat turut anjeng bersama para penari tayub sebagai bentuk kegembiraan dan kebersamaan dalam merayakan berkah panen yang melimpah.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan Empat sinden, yakni Nyi Wariati, Nyi Ariati, Nyi Khusnul, dan Nyi Suci, yang membawakan tembang-tembang Jawa dengan iringan gamelan. Penampilan mereka sukses menghibur masyarakat dan menambah semarak perayaan Sedekah Bumi.

Kepala Desa Kepohkidul, Samudi, S.H., mengatakan bahwa Sedekah Bumi bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat silaturahmi, menjaga persatuan, dan melestarikan budaya warisan leluhur.

“Sedekah Bumi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Kami berharap tradisi ini terus lestari sebagai warisan budaya yang mengajarkan nilai kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian dalam menjaga alam dan lingkungan,” ujar Samudi.

Menurutnya, budaya lokal merupakan identitas desa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Dengan demikian, nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Samudi juga tampak membaur bersama masyarakat menikmati pertunjukan Seni Langen Tayub. Kehadirannya di tengah-tengah warga mencerminkan kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakat. Bahkan, ia turut anjeng bersama para penari tayub sebagai bentuk apresiasi terhadap seni budaya tradisional sekaligus ikut merasakan kegembiraan masyarakat atas hasil panen yang melimpah.

Melalui pelaksanaan Sedekah Bumi ini, Pemerintah Desa Kepohkidul berharap tradisi warisan leluhur tetap terjaga, rasa syukur kepada Tuhan terus tertanam dalam kehidupan masyarakat, serta semangat guyub rukun, gotong royong, dan kepedulian terhadap kelestarian alam semakin kuat demi mewujudkan Desa Kepohkidul yang maju, makmur, dan lestari.(Hf)