BOJONEGORO – Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus meningkatkan potensi sumber daya perikanan desa, Pemerintah Desa Kesongo bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) 01 Universitas Bojonegoro, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), serta jajaran Polri melaksanakan kegiatan konservasi keanekaragaman hayati perairan melalui penebaran bibit ikan di Embung Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah desa, mahasiswa, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Sebanyak 1.000 ekor bibit ikan nila yang berasal dari Mahasiswa KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro serta 10.000 ekor bibit ikan tawes ditebar di embung desa sebagai langkah awal meningkatkan populasi ikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Embung Desa Kesongo memiliki potensi besar sebagai kawasan perairan yang produktif. Oleh karena itu, penebaran bibit ikan diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi embung, tidak hanya sebagai sarana konservasi, tetapi juga sebagai sumber daya perikanan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Selain meningkatkan populasi ikan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati perairan, memperbaiki kualitas ekosistem, serta membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor perikanan. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana demi keberlanjutan di masa depan.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Desa, mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro, Satgas TMMD, serta jajaran Polri. Menurutnya, penebaran bibit ikan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap embung ini tidak hanya menjadi tempat konservasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui pengelolaan yang baik, keberadaan ikan di embung dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi aset desa yang berkelanjutan,” ujar Kusnadi.
Koordinator KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro, Wahyu Putro Utomo, menyampaikan bahwa keberhasilan konservasi lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan penebaran bibit ikan ini, kami berharap Embung Desa Kesongo tidak hanya menjadi sumber daya perairan yang produktif, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-TK, Satgas TMMD, Polri, Pemerintah Desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi desa,” ungkapnya.
Masyarakat Desa Kesongo menyambut antusias kegiatan tersebut. Mereka berharap embung desa dapat terus berkembang menjadi kawasan perairan yang produktif, memberikan manfaat ekologis maupun ekonomis, serta menjadi aset desa yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan konservasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati perairan semakin meningkat. Dengan demikian, keberlanjutan ekosistem, potensi perikanan, dan ketahanan pangan di Desa Kesongo dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, TNI, Polri, dan masyarakat mampu menghadirkan program yang berdampak nyata. Tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam secara bertanggung jawab.(Hf)






