BOJONEGORO, WARTA MALOWOPATI – Pemerintah Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menggelar ujian tulis dan koreksi hasil seleksi calon perangkat desa untuk formasi Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Balai Desa Kayulemah dengan melibatkan tim korektor dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya (STIE Yapan Surabaya).
Dari empat peserta yang terdaftar dalam seleksi tersebut, hanya tiga orang yang hadir dan mengikuti ujian. Sementara itu, satu peserta lainnya tidak hadir tanpa keterangan.
Tim korektor dari STIE Yapan Surabaya terdiri atas Dr. Gogi Kurniawan, S.E., M.M., selaku ketua, serta M. Ghufron, S.E., M.M., dan Prawita Yani, S.E., M.Ak., sebagai anggota.
Ujian tulis dilaksanakan dengan durasi 100 menit dan jumlah soal sebanyak 100 butir. Dengan ketentuan tersebut, peserta memiliki waktu rata-rata satu menit untuk mengerjakan setiap soal.
Setelah ujian selesai, panitia bersama tim korektor melakukan koreksi dan mengumumkan hasil nilai peserta. Berdasarkan hasil yang disampaikan, M. Indra Sofiana Munaamul Khoir memperoleh nilai tertinggi, yakni 87. Aminur Rohman meraih nilai 60, sedangkan Eko Hariyanto memperoleh nilai 47. Adapun Maratul Mukaromah tercatat memperoleh nilai 0.
Ketua panitia pelaksana, Moch. Farid Ubaidillah, menjelaskan bahwa proses seleksi tetap dilaksanakan sesuai jadwal meskipun terdapat satu peserta yang tidak hadir.
Menurut Farid, panitia berpedoman pada persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Karena itu, ketidakhadiran salah satu peserta tidak menghentikan jalannya tahapan seleksi calon perangkat desa tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa proses koreksi dilakukan sesuai standar yang berlaku. Keterlibatan tim korektor dari perguruan tinggi merupakan bagian dari pelaksanaan seleksi dengan memperhatikan ketentuan mengenai kualifikasi lembaga pendidikan.
Farid berharap seluruh rangkaian seleksi ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi para peserta, baik yang memperoleh nilai tinggi maupun yang belum mendapatkan hasil sesuai harapan. Menurutnya, setiap kompetisi memiliki hasil yang berbeda sehingga peserta diharapkan dapat menerima hasil dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
Lebih lanjut, ia berharap pelaksanaan ujian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya agar lebih mempersiapkan diri sebelum mengikuti seleksi, termasuk dalam menghadapi ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Melalui pelaksanaan ujian tulis dan koreksi ini, Pemerintah Desa Kayulemah diharapkan dapat menuntaskan proses seleksi calon perangkat desa untuk formasi Kasi Kesejahteraan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.












