BOJONEGORO – Kerusakan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, yang sebelumnya menjadi sorotan, kini telah ditangani. Bagian jalan yang mengalami kerusakan akibat dilalui alat berat jenis ekskavator atau bego untuk pengerjaan kolam penampungan air milik warga tersebut telah diperbaiki.
Kepala Desa Duwel, Ahmad Rifa’i, menyampaikan klarifikasi terkait kerusakan jalan tersebut saat ditemui awak media Wartamalowopati.com bersama operator ekskavator, Lasmiran, di kediamannya di Dusun Mangunan RT 01/RW 03, Desa Duwel, Kamis (8/10/2026).
Dalam keterangannya, Ahmad Rifa’i menjelaskan bahwa kerusakan pada sebagian permukaan JUT berkaitan dengan aktivitas alat berat yang melintas untuk mendukung pengerjaan kolam penampungan air milik masyarakat. Klarifikasi tersebut disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai penyebab kerusakan jalan.
“Jalan tersebut memang dilalui alat berat untuk pengerjaan kolam penampungan air milik masyarakat. Jadi, kerusakan itu terjadi karena aktivitas alat berat yang melintas,” jelas Ahmad Rifa’i.
Sementara itu, Lasmiran selaku operator ekskavator membenarkan bahwa alat berat yang dikemudikannya melintasi jalan usaha tani tersebut dalam rangka mendukung proses pengerjaan kolam penampungan air.
Lasmiran juga menyampaikan permohonan maaf atas kerusakan yang terjadi akibat aktivitas alat berat tersebut. Ia menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dengan melakukan perbaikan pada bagian jalan yang terdampak.
“Saya meminta maaf atas kerusakan jalan yang terjadi. Nanti akan kami perbaiki,” ungkap Lasmiran saat ditemui awak media.
Komitmen tersebut kini telah ditindaklanjuti. Berdasarkan pantauan awak media pada Jumat (9/10/2026), bagian JUT yang sebelumnya mengalami kerusakan telah diperbaiki. Dengan demikian, kerusakan jalan yang sempat menjadi perhatian masyarakat tersebut telah mendapatkan penanganan.
Perbaikan ini menjadi langkah penting untuk menjaga fungsi jalan usaha tani sebagai akses penunjang kegiatan pertanian masyarakat. Keberadaan JUT sangat dibutuhkan petani untuk mempermudah mobilitas menuju lahan pertanian serta mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari.
Ahmad Rifa’i berharap, setelah dilakukan perbaikan, kondisi jalan dapat kembali dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, khususnya para petani yang menggunakan akses tersebut untuk menunjang kegiatan pertanian.
Sebelumnya, kondisi JUT di Desa Duwel menjadi sorotan setelah muncul pemberitaan mengenai kerusakan jalan yang disebut cukup parah, meskipun jalan tersebut belum lama digunakan. Kondisi itu juga dikabarkan menimbulkan keluhan dari kalangan petani yang mengandalkan akses jalan tersebut.
Melalui klarifikasi ini, pemerintah desa dan operator alat berat memberikan penjelasan mengenai penyebab kerusakan sekaligus memastikan bahwa bagian jalan yang terdampak telah diperbaiki.
Dengan selesainya perbaikan tersebut, diharapkan akses JUT di Dusun Mangunan RT 01/RW 03, Desa Duwel, kembali berfungsi secara optimal dan dapat menunjang kelancaran aktivitas pertanian masyarakat. Selain itu, kejadian ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar penggunaan alat berat di jalan usaha tani tetap memperhatikan kondisi infrastruktur serta kepentingan masyarakat yang memanfaatkannya.(Hf)












