Dari Trucuk ke Alun-Alun Bojonegoro, Bu Saroh Promosikan Lontong Kikil di Tengah Meriahnya Festival Sandur HJB ke-349

BOJONEGORO – Perayaan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 menjadi momentum bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan penjualan. Sebanyak 210 UMKM turut menjajakan dagangannya di kawasan Alun-Alun Bojonegoro dalam rangkaian Bojonegoro Bahagia Car Free Night yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026).

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya Festival Sandur, kesenian tradisional khas Bojonegoro yang menjadi salah satu daya tarik dalam perayaan hari jadi daerah. Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya sekaligus menikmati beragam kuliner yang ditawarkan pelaku UMKM lokal.

Di tengah ramainya pengunjung, para pedagang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Berbagai dagangan tersedia, mulai dari makanan tradisional, aneka kuliner, hingga minuman yang menggugah selera.

Salah satu pelaku UMKM yang ikut meramaikan kegiatan tersebut adalah Bu Saroh, warga Kecamatan Trucuk, yang menjajakan kuliner lontong kikil. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan berjualan dalam kegiatan yang menggabungkan hiburan rakyat, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi Bu Saroh, keikutsertaannya dalam perayaan HJB ke-349 bukan sekadar kesempatan menjajakan dagangan, tetapi juga menjadi sarana promosi untuk memperkenalkan lontong kikil kepada masyarakat yang lebih luas. Ramainya pengunjung yang datang untuk menyaksikan Festival Sandur memberikan peluang bagi pelaku usaha seperti dirinya untuk menjangkau calon pelanggan baru.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro yang telah menghadirkan UMKM. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan UMKM semakin maju,” ungkap Bu Saroh.

Menurutnya, keterlibatan pelaku UMKM dalam perayaan HJB memberikan ruang bagi pedagang kecil untuk ikut merasakan manfaat dari ramainya kegiatan masyarakat. Kesempatan berjualan di lokasi yang dipadati pengunjung menjadi sarana promosi langsung bagi produk lokal agar semakin dikenal.

Kehadiran Festival Sandur juga memberikan warna tersendiri dalam perayaan tersebut. Selain menjadi ruang untuk melestarikan kesenian tradisional Bojonegoro, festival ini turut menarik perhatian masyarakat untuk datang dan menikmati berbagai kegiatan yang diselenggarakan di pusat kota.

Ramainya pengunjung diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. Masyarakat yang datang untuk menikmati pertunjukan seni budaya sekaligus memiliki kesempatan membeli produk kuliner dan berbagai dagangan UMKM yang tersedia di sekitar lokasi acara.

Partisipasi Bu Saroh bersama 209 UMKM lainnya menunjukkan pentingnya penyediaan ruang usaha dalam kegiatan publik. Melalui kegiatan seperti ini, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk, berinteraksi langsung dengan konsumen, serta memperluas jaringan pemasaran tanpa harus bergantung pada penjualan di tempat usaha masing-masing.

Dalam kegiatan Bojonegoro Bahagia Car Free Night, masyarakat juga mendapatkan kesempatan menikmati produk kuliner melalui program 10.000 kupon gratis. Program tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan beragam produk kepada masyarakat.

Bagi Bu Saroh, momentum HJB ke-349 diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan pengenalan produk lontong kikil yang dijualnya. Ia berharap kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak pedagang kecil memperoleh kesempatan untuk berkembang.

Perayaan HJB ke-349 melalui Festival Sandur dan Bojonegoro Bahagia Car Free Night memperlihatkan bahwa kegiatan daerah tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah, penyelenggaraan kegiatan yang menarik minat masyarakat, serta partisipasi warga dalam membeli produk lokal, UMKM Bojonegoro diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.

Penulis: Hadi FatekunEditor: Imam Mahfud