Sedekah Bumi Dusun Sempu Jadi Momentum Bersyukur dan Merawat Tradisi Leluhur

  • Bagikan

LAMONGAN – Tradisi turun-temurun kembali hidup di tengah masyarakat Dusun Sempu, Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Warga menggelar Sedekah Bumi sebagai wujud syukur atas hasil pertanian sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, serta melestarikan warisan budaya leluhur, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan gotong royong. Warga berkumpul bersama untuk memanjatkan doa agar hasil bumi dan rezeki masyarakat senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT. Selain itu, tradisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga untuk mendoakan para sesepuh dan pendahulu yang telah berjasa dalam merintis kehidupan masyarakat Dusun Sempu.

Ketua Panitia Sedekah Bumi Dusun Sempu, Warno, mengatakan tradisi tersebut memiliki makna penting bagi masyarakat yang sebagian besar masih memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertanian.

“Tujuan sedekah bumi ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Mudah-mudahan ke depan, pada tahun-tahun berikutnya, penghasilan masyarakat semakin meningkat,” ujar Warno.

Menurutnya, para petani memiliki harapan agar hasil produksi pertanian pada tahun mendatang semakin baik. Tidak hanya hasil panen secara umum, tetapi juga komoditas tembakau yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat.

“Harapan kami, panen dan produksi petani semakin meningkat. Semoga semuanya lebih lancar dan hasilnya lebih baik,” katanya.

Warno juga mengajak para petani agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Semangat bekerja dan terus berusaha dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan pendapatan serta memenuhi kebutuhan keluarga.

“Jangan patah semangat dalam bekerja. Terus berusaha mencari penghasilan yang lebih baik agar kehidupan dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dusun Sempu, Untung Sujatmiko, mengatakan Sedekah Bumi tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian. Tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang dan mendoakan para sesepuh, tokoh masyarakat, pendiri, serta para pendahulu yang telah menjadi bagian dari sejarah terbentuknya Dusun Sempu.

Menurutnya, jasa para pendahulu patut dihormati dan tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus. Kehidupan masyarakat yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari perjuangan para sesepuh dalam merintis dan membangun kehidupan di Dusun Sempu.

“Intinya, kegiatan tahunan ini terus kita lestarikan melalui sedekah bumi. Harapannya, semua yang dihasilkan masyarakat mendapat keberkahan dari Allah SWT,” kata Untung.

“Kita bersama-sama mendoakan para tokoh masyarakat, para sesepuh dan pendahulu yang menjadi cikal bakal Dusun Sempu. Perjuangan beliau-beliau harus kita hormati. Semoga amal dan perjuangannya diterima Allah SWT,” lanjutnya.

Untung berharap Sedekah Bumi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Nilai-nilai yang terkandung di dalam tradisi tersebut, seperti rasa syukur, gotong royong, kebersamaan dan penghormatan kepada para pendahulu, diharapkan terus ditanamkan kepada generasi muda.

“Tradisi ini jangan sampai mati. Harus terus dilestarikan dan dikembangkan dengan baik agar generasi berikutnya juga bisa mengenal dan meneruskannya,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Dusun Sempu untuk semakin mempererat persatuan dan saling merangkul. Menurutnya, berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat akan berjalan dengan baik apabila dilakukan melalui kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Nguri-nguri budaya dengan melaksanakan sedekah bumi, supaya semua yang dihasilkan dari pertanian kita diberkahi oleh Allah SWT. Melalui sedekah bumi ini, saya meminta warga untuk mempererat tali silaturahmi,” ungkapnya.

Khusus kepada para petani, Untung mendorong agar kebersamaan dan kerja sama terus diperkuat. Perkembangan zaman dan modernisasi sektor pertanian harus disikapi dengan kesiapan agar para petani mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya.

“Harapan saya, para petani bisa bersatu, saling merangkul dan bersama-sama mendukung kegiatan pertanian. Dengan perkembangan dan modernisasi, mudah-mudahan pertanian kita semakin maju,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan Dusun Sempu membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Tidak ada pihak yang bisa berjalan sendiri, sehingga semangat saling mendukung dan bergotong royong harus terus dijaga.

“Yang penting masyarakat Sempu bisa menyatu. Semua pihak harus dirangkul. Apa pun kegiatannya, mari kita lakukan bersama-sama, saling mendukung dan bergotong royong,” pungkas Untung.

Sedekah Bumi Dusun Sempu akhirnya bukan sekadar tradisi yang dilaksanakan dari tahun ke tahun. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mensyukuri hasil bumi, mengenang jasa para pendahulu, mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, sekaligus merawat budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.(Hf)

Penulis: Hadi FatekunEditor: Imam Mahfud
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *