Daerah  

Sedekah Bumi Desa Sembung, Tradisi Syukur yang Pererat Kebersamaan Warga

imamjoss22
IMG 20260425 WA0076 copy 462x346

LAMONGAN – Pemerintah Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan menggelar Upacara Adat Sedekah Bumi di Punden Dusun Sembung, Minggu (25/4/2026). Kegiatan tahunan ini berlangsung meriah dengan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat desa.

Mengusung tema “Melestarikan Adat adalah Wujud Membangun Silaturahmi agar Tetap Kuat dan Sinergi”, tradisi tersebut diawali dengan kirab gunungan berisi aneka hasil bumi. Arak-arakan dimulai dari kediaman kepala desa menuju punden, diikuti oleh Kepala Desa, perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta warga setempat dengan penuh antusias.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimcam Sukorame, Kepala Desa Sembung Gatot, S.H. beserta istri, perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, Linmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Sembung dan sekitarnya.

Kepala Desa Sembung, Gatot, S.H., menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi yang sepenuhnya didukung oleh swadaya warga.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Alhamdulillah, hampir seluruh warga atau sekitar 99,7 persen dari 250 kepala keluarga turut berkontribusi secara sukarela,” ujarnya.

Gatot juga berharap, semangat kebersamaan ini terus terjaga sehingga pelaksanaan Sedekah Bumi di tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dan sukses.

Sementara itu, Camat Sukorame, Harwah Yutomo, menegaskan bahwa Sedekah Bumi memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki, khususnya hasil pertanian.

“Sedekah Bumi adalah wujud syukur kepada Allah SWT atas panen yang melimpah. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mensyukuri nikmat yang diberikan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Desa Sembung atas undangan dan penyelenggaraan acara yang berjalan lancar.

Lebih dari sekadar tradisi seremonial, Sedekah Bumi menjadi sarana spiritual dan sosial bagi masyarakat. Selain sebagai bentuk doa kepada para leluhur yang telah merintis desa, kegiatan ini juga memperkuat tali silaturahmi antarwarga.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, yang semakin semarak dengan hiburan campursari Anggun Wijaya dari Desa Sumber Banjar, Kecamatan Bluluk. Tradisi ini pun kembali menegaskan pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai perekat kebersamaan masyarakat desa.(Hf)