Daerah  

Perayaan Hari Keris Nasional 2026 di Malang Perkuat Pelestarian Budaya dan Inovasi Digital

imamjoss22
IMG 20260419 WA0033

MALANG – Perayaan Hari Keris Nasional 2026 yang berlangsung pada 17–19 April berjalan khidmat sekaligus sarat semangat gotong royong. Kegiatan yang diinisiasi oleh TosanAji.id ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Bakorwil III Malang, sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong inovasi berbasis digital.

Perayaan ini tidak hanya menyoroti keris sebagai warisan budaya leluhur, tetapi juga terintegrasi dengan momentum global, yakni Hari Kreativitas dan Inovasi Sedunia (World Creative and Innovation Day/WCID) serta Hari Bumi. Kolaborasi tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dukungan penuh diberikan Bakorwil III Malang melalui penyediaan fasilitas gedung untuk pameran dan pemaharan Tosan Aji Nusantara, serta guest house bagi peserta dari luar daerah. Seluruh fasilitas tersebut disediakan secara gratis sebagai bentuk komitmen terhadap kegiatan kebudayaan.

Sejak awal, kegiatan ini mengusung konsep kolaborasi lintas sektor. Dukungan konsumsi selama acara berasal dari Bank Jatim Malang Raya, Restoran Ocean Garden, dan D’Catering Indonesia. Sementara itu, perlengkapan pameran didukung oleh Soendari Batik & Art Gallery. Workshop pewarangan dan penjamasan keris turut melibatkan praktisi, seperti Candra Wiguna dari Omah Warangan Desa.

Penataan koleksi pameran juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Theras Pusaka Galeri, Besalen Empu Fanani, LPPM UNIRA, serta komunitas pelestari tosan aji di Malang Raya. Hal ini menunjukkan kuatnya jejaring pelestarian budaya, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Rangkaian acara semakin semarak dengan kirab pusaka yang melibatkan Masyarakat Adat Singhasari, Sekolah Budaya Tunggulwulung, Sanggar Ken Dedes, serta sejumlah tokoh budayawan. Kehadiran KPAA H. Sucipto Wironegoro, SE., turut menambah kekhidmatan suasana. Pelajar dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Malang Raya juga ikut ambil bagian dalam kirab tersebut.

Meski digelar secara sederhana, perayaan ini menghadirkan pusaka penting, termasuk keris milik Presiden RI Prabowo Subianto, keris milik Menteri Kebudayaan RI, serta Pusaka Negara Bethok Garuda Nuswantara. Kehadiran pusaka tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI melalui sejumlah tokoh, seperti Basuki Teguh Yuwono dan Agung Guntoro.

Selain seremoni, kegiatan ini juga diisi agenda strategis. Tim TosanAji.id mendampingi Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementerian Kebudayaan RI dalam kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dan Malang Creative Center (MCC) guna menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan ekosistem budaya digital.

Kolaborasi turut diperluas dengan menggandeng Malang Creative Fusion (MCF) dan Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Fokusnya mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekosistem inovasi budaya digital, serta integrasi teknologi dalam pelestarian budaya.

Ketua panitia menegaskan bahwa perayaan ini tidak sekadar seremoni, melainkan memiliki misi strategis jangka panjang. Hal tersebut tercermin dalam tema “Keris untuk Abdi Negara” yang bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur budaya dalam kebijakan publik.

Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah rencana penyelenggaraan Festival Pengembangan Budaya Digital 2026 pada Oktober–November mendatang. Festival tersebut akan bertepatan dengan peringatan HUT Provinsi Jawa Timur dan Hari Keris Mendunia, serta melibatkan berbagai pihak yang telah berkolaborasi.

Panitia berharap festival tersebut dapat menjadi wadah besar dalam membangun ekosistem inovasi dan pengembangan budaya digital Indonesia. Dengan semangat gotong royong, seluruh elemen diharapkan terus bersinergi dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Di akhir kegiatan, Tim TosanAji.id menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan perayaan ini merupakan hasil kerja bersama sekaligus langkah awal menuju penguatan budaya Nusantara di era digital.

Salam Budaya! Jayalah Tosan Aji Nusantara!