BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan jembatan di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kamis (16/4/2026). Sidak ini dilakukan sebagai respons atas lambatnya progres pembangunan yang diduga mengalami keterlambatan signifikan.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi tim lintas instansi yang terdiri dari pemerintah desa, jajaran Kecamatan Dander, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Turut hadir dalam sidak itu perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Bojonegoro, Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, serta pejabat teknis lainnya. Kehadiran mereka tidak hanya untuk mendampingi, tetapi juga melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi proyek di lapangan.
Di hadapan tim gabungan, Nurul Azizah menegaskan bahwa proyek pembangunan jembatan yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) harus dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Ini bukan hanya soal cuaca atau kendala teknis. Kita ingin tahu secara jelas di mana letak persoalannya, apakah di tahap perencanaan, pelaksanaan, atau pengawasan. Semua harus terbuka,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Wabup meminta Dinas PU Bina Marga segera melakukan audit teknis lapangan. Audit tersebut mencakup penilaian terhadap kualitas pekerjaan awal serta kelayakan konstruksi yang telah dibangun.
Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Bojonegoro ditugaskan untuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian administratif hingga potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak mentolerir proyek pembangunan desa yang dikerjakan secara asal-asalan, terlebih jembatan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga setempat.
Di lokasi yang sama, sejumlah warga menyampaikan harapan agar sidak ini tidak berhenti sebatas pemeriksaan. Mereka mendesak adanya langkah konkret, mulai dari penjadwalan ulang pekerjaan, pemberian sanksi bagi pihak yang lalai, hingga percepatan penyelesaian proyek secara terukur.
Dengan turunnya tim gabungan dari berbagai instansi, masyarakat kini menanti hasil nyata dari evaluasi tersebut. Publik berharap proyek jembatan Desa Ngablak segera kembali berjalan dan selesai tepat waktu, sekaligus memastikan tidak ada celah dalam pengawasan proyek di tingkat desa.(Hf)






