BOJONEGORO – Pemerintah Desa Drajat, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, terus meningkatkan kualitas infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Melalui Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025, Desa Drajat memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp3.935.527.200, yang salah satunya direalisasikan untuk pembangunan jalan rigid beton.
Pembangunan jalan tersebut memiliki panjang 1.320 meter dengan lebar 5 meter. Ruas jalan membentang dari jalan lingkungan Dusun Dradahan RT 003–004 hingga Dusun Keket RT 009 dan RT 010. Infrastruktur ini menjadi jalur strategis yang menghubungkan Desa Drajat dengan desa-desa di sekitarnya. Dari Dusun Keket RT 09, jalan terhubung menuju Desa Sroyo, sedangkan dari RT 10 menjadi akses menuju Desa Bakung, Kecamatan Kanor.
Keberadaan jalan rigid beton ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memperlancar konektivitas antarwilayah, jalan tersebut menjadi akses utama bagi pelajar menuju sekolah, petani mengangkut hasil panen, hingga pelaku usaha dalam mendistribusikan barang dagangan.
Kepala Desa Drajat, Djumadi Mulyono, SH, yang akrab disapa Mas Yon, mengatakan pembangunan dengan konstruksi rigid beton dipilih karena memiliki daya tahan yang lebih kuat serta usia pakai yang lebih panjang dibandingkan jenis konstruksi lainnya.
“Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat karena menjadi penghubung antar desa. Dengan konstruksi rigid beton, kami berharap jalan ini lebih kuat, awet, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Mas Yon menjelaskan, sebelum dilakukan pembangunan, kondisi jalan di Dusun Dradahan RT 03 masih sempit dan rusak sehingga menyulitkan aktivitas warga. Kini, setelah selesai dibangun, jalan menjadi lebih lebar, nyaman dilalui, dan memperlancar berbagai aktivitas masyarakat.
Ia menambahkan, ruas jalan di Dusun Keket RT 09 kini mempermudah akses menuju Pasar Sroyo sekaligus menjadi jalur alternatif yang lebih cepat tanpa harus melewati Jalan Raya Pohwates. Sementara itu, ruas di RT 10 memudahkan masyarakat menuju Desa Bakung, Kecamatan Kanor.
“Alhamdulillah, sekarang jalan ini sering dilalui anak-anak sekolah, para petani, hingga pelaku usaha. Harapan kami, pembangunan ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperlancar mobilitas warga setiap hari,” tambahnya.
Meski demikian, Mas Yon mengungkapkan masih terdapat beberapa titik pekerjaan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Pemerintah Desa Drajat berkomitmen melanjutkan pembangunan secara bertahap agar seluruh wilayah desa dapat menikmati infrastruktur yang merata.
“Masih ada beberapa bagian yang belum terselesaikan. Insyaallah akan kami lanjutkan secara bertahap agar pembangunan bisa merata dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Drajat,” tegasnya.
Manfaat pembangunan jalan tersebut juga dirasakan langsung oleh warga. Salah seorang warga Dusun Keket RT 10, Gufron, mengaku bersyukur karena jalan yang selama ini diharapkan akhirnya dapat terwujud melalui Program BKKD Tahun 2025.
“Alhamdulillah jalan kami sudah mulus dicor melalui bantuan BKKD Tahun 2025. Semoga jalan yang bagus ini membawa manfaat bagi masyarakat, baik untuk kegiatan pertanian, anak-anak sekolah, maupun pelaku usaha,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah dengan memanfaatkannya secara bijak serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Dengan selesainya pembangunan jalan rigid beton sepanjang 1,32 kilometer tersebut, Pemerintah Desa Drajat berharap konektivitas antarwilayah semakin baik, distribusi hasil pertanian semakin lancar, akses pendidikan semakin mudah, serta roda perekonomian masyarakat terus berkembang. Program BKKD Tahun Anggaran 2025 menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.(imm/Hf)






