BOJONEGORO – Kepolisian Sektor (Polsek) Kedungadem menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Kedungadem.
Acara dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kedungadem, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungadem, Kepala Puskesmas Kedungadem, Kepala Puskesmas Kesongo, perwakilan Klinik Muhammadiyah, para kepala desa se-Kecamatan Kedungadem, Ketua Badan Kerja Sama Kepala Desa (BKP) beserta anggota, purnawirawan Polri, Dai Kamtibmas, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolsek Kedungadem AKP Mat Suiswanto menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia berharap peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga di usia yang ke-80 ini, Polri semakin dipercaya masyarakat dan terus berkomitmen memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, AKP Mat Suiswanto juga menyoroti persoalan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang belakangan menjadi perhatian berbagai pihak. Menurutnya, pencegahan bullying tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan aparat keamanan.
Ia menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan agar para pelajar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Sementara itu, Camat Kedungadem Sahlan menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada jajaran Polri. Menurutnya, tantangan yang dihadapi institusi kepolisian saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.
“Pengabdian yang ke-80 tahun ini tentu tidak semakin mudah. Tantangannya semakin berat. Sekarang adalah era keterbukaan, era digital, dan era media sosial. Polisi dalam mengabdi juga berbeda, karena setiap langkah, setiap gerakan, dan setiap kebijakan yang berkaitan dengan hukum selalu menjadi sorotan masyarakat,” ungkap Sahlan.
Ia menilai pelayanan yang diberikan Polsek Kedungadem selama ini telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan tingkat pelayanan kepada masyarakat mencapai lebih dari 90 persen. Dengan semangat ‘Polri untuk Masyarakat’, ia berharap Polri semakin mengedepankan pengabdian kepada bangsa dan negara, menjunjung tinggi nilai keadilan, serta terus memberikan perlindungan dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Danramil 0813/Kedungadem Kapten Suwarto. Ia mengungkapkan bahwa sinergi yang terjalin antara Forkopimcam Kedungadem selama ini telah menghasilkan berbagai langkah nyata dalam merespons aspirasi masyarakat.
Salah satunya adalah tindak lanjut pemasangan portal pembatas kendaraan di Desa Kesongo, yang berada di perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan. Menurutnya, keberadaan portal tersebut diharapkan mampu mengurangi lalu lintas kendaraan bermuatan berlebih (overload) yang selama ini menjadi penyebab kemacetan, meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, serta kerusakan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan.
Rangkaian tasyakuran berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, ditandai dengan doa bersama dan ramah tamah. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Kedungadem berharap sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, kondusif, dan harmonis di wilayah Kecamatan Kedungadem.(Hf)






