Kapolres Bojonegoro Kukuhkan BKP Kedungadem, Perkuat Sinergi Pesilat dan Polri

imamjoss22
IMG 20260519 WA0269 copy 416x312

BOJONEGORO – Upaya menjaga persatuan, keamanan, serta melestarikan budaya pencak silat terus diperkuat di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui pengukuhan Paguyuban Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) Kecamatan Kedungadem yang digelar di Pendopo Desa Kedungadem, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, SH., S.I.K., M.I.K., sebagai bentuk dukungan Polri terhadap organisasi pencak silat yang berperan dalam menjaga kondusivitas wilayah dan pembinaan generasi muda.

Turut hadir dalam acara itu anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sutikno dan Khairul Anam, Camat Kedungadem, perwakilan Danramil, Kapolsek Kedungadem, Ketua BKP Kecamatan Kedungadem Hari Agus beserta jajaran BKP, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Kedungadem.

Dalam sambutannya, Kapolres Bojonegoro menyampaikan apresiasi atas terbentuknya BKP Kecamatan Kedungadem yang dinilai memiliki nilai historis tersendiri. Menurutnya, Kedungadem menjadi desa dan kecamatan pertama di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai “Kampung Pesilat”.

“Kalau Pak Wahyu tadi menyampaikan, ini satu-satunya di Indonesia desa dan kecamatan yang mendeklarasikan menjadi Kampung Pesilat. Semoga hari ini bisa membawa manfaat kepada kita semua,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi, SH., S.I.K., M.I.K.

Ia menegaskan bahwa keberadaan BKP diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu antarperguruan silat sekaligus mencegah konflik yang pernah terjadi di masa lalu. Menurutnya, sejarah kelam harus dijadikan pelajaran agar tidak terulang kembali di wilayah lain.

“Sejarah itu menjadikan kita belajar bagaimana mengatasi, memperbaiki, dan mencari solusi agar kejadian ini tidak perlu dirasakan di kecamatan-kecamatan lainnya,” katanya.

Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Bojonegoro mendukung penuh seluruh kegiatan BKP selama bertujuan untuk kepentingan masyarakat dan menjaga keamanan daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro dalam mendukung pembangunan daerah agar berjalan selaras dan harmonis.

“Ulama dan umaro harus seiring berjalan agar pembangunan dan kebijakan pimpinan di daerah bisa selaras dengan masukan-masukan dari ulama,” tuturnya.

Kepada para kepala desa, Kapolres berpesan agar terus fokus membangun desa dan tidak takut berkarya demi kesejahteraan masyarakat.

“Silakan berkarya yang baik dan benar. Harapan besar masyarakat desa ada di tangan dan di pundak jenengan. Kami Polres Bojonegoro mendukung 100 persen selama itu dimanfaatkan untuk masyarakat desanya masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BKP Kecamatan Kedungadem Hari Agus menyampaikan bahwa pembentukan BKP diharapkan mampu membawa suasana Kedungadem menjadi lebih aman, damai, dan kondusif sesuai dengan namanya.

Ia juga berharap dari BKP nantinya lahir atlet-atlet berprestasi hingga tokoh nasional yang mampu mengharumkan nama daerah maupun bangsa.

“Dari sinilah nanti muncul tokoh-tokoh nasional, atlet nasional yang bisa mengharumkan nama bangsa,” ujarnya.

Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan meriah dengan penampilan seni budaya serta atraksi pencak silat dari anggota BKP Kedungadem yang disaksikan ratusan tamu undangan.

Ketua BKP Bojonegoro Wahyu Subagdiyono dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa BKP bukanlah organisasi yang memiliki cabang, melainkan wadah bersama yang menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar bersama BKP yang dipimpin Sekretaris BKP Bojonegoro Sasmito Anggoro serta penyerahan kontak BKP oleh Kapolres Bojonegoro kepada pengurus BKP Kecamatan Kedungadem.(Hf)