BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberikan penghargaan kepada 18 pemuda berprestasi dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Pada momentum tersebut, dua pemudi asal Bojonegoro, Soedirna Nur Aini Putri Fatmawati dan Soedirna Awliya Zahra, juga menorehkan prestasi dengan terpilih mewakili Provinsi Jawa Timur dalam ajang Wirasena Youth Camp Indonesia.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut berlangsung di halaman Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/10/2026), dengan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bertindak sebagai inspektur upacara.
Terpilihnya Soedirna Nur Aini Putri Fatmawati dan Soedirna Awliya Zahra menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bojonegoro. Keduanya mendapat kesempatan untuk memperluas wawasan, mengasah kemampuan kepemimpinan, serta membangun jejaring dengan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia.
Keikutsertaan dalam Wirasena Youth Camp Indonesia juga menjadi ruang bagi keduanya untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus membawa nama Bojonegoro dan Jawa Timur ke tingkat nasional.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda dan pemudi lainnya agar terus mengembangkan potensi, berani mengambil peluang, serta tidak ragu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Dalam upacara tersebut, Bupati Setyo Wahono menyampaikan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang menekankan pentingnya mewujudkan semangat Sumpah Pemuda melalui tindakan nyata.
Semangat persatuan, menurut amanat tersebut, perlu diwujudkan melalui karya, inovasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Generasi muda harus berani mengambil peran dalam menciptakan solusi, mengembangkan gagasan baru, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Penguatan karakter, integritas, wawasan, serta semangat pantang menyerah juga menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Momentum Sumpah Pemuda sekaligus menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju.
Selain mengapresiasi dua pemudi yang terpilih mewakili Jawa Timur, Pemkab Bojonegoro memberikan penghargaan kepada 18 pemuda berprestasi dari berbagai bidang.
Penghargaan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari pendidikan, seni dan budaya, pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup, pariwisata, pangan, hingga inovasi dan teknologi.
Beragamnya bidang yang mendapatkan apresiasi menunjukkan bahwa kontribusi pemuda terhadap pembangunan daerah dapat diwujudkan melalui berbagai cara.
Di sektor pendidikan, generasi muda berkontribusi melalui prestasi dan pengembangan pengetahuan. Sementara itu, dalam bidang seni, budaya, dan pariwisata, kreativitas pemuda dapat membantu memperkenalkan sekaligus melestarikan potensi daerah.
Adapun di bidang pangan, lingkungan hidup, dan teknologi, generasi muda memiliki peluang untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras, kreativitas, dedikasi, dan kontribusi para pemuda dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bojonegoro.
Apresiasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak generasi muda yang berani berkarya, berinovasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Pemkab Bojonegoro terus mendorong pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, melalui berbagai ruang aktualisasi, kreativitas, dan pencapaian prestasi.
Dukungan terhadap pemuda menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Di tengah persaingan yang semakin terbuka, pemuda dituntut tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mampu berkolaborasi, berpikir kritis, dan menghasilkan karya yang berdampak positif.
Keberhasilan dua pemudi Bojonegoro menembus ajang Wirasena Youth Camp Indonesia, ditambah penghargaan bagi 18 pemuda berprestasi, menjadi gambaran bahwa potensi generasi muda daerah perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, generasi muda Bojonegoro diharapkan semakin memperkuat persatuan, menjaga integritas, mengembangkan kreativitas, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan.
Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat serta mendorong Bojonegoro menjadi daerah yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera. (Prokopim)












