Rehabilitasi Alun-Alun Bojonegoro Dimulai, Sisi Utara Disulap Jadi Ruang Publik Modern

  • Bagikan

BOJONEGORO — Penataan sejumlah ruang publik di Kabupaten Bojonegoro terus berjalan. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah rehabilitasi Alun-Alun Bojonegoro yang dilakukan secara bertahap.

Pada tahap I tahun 2026, pekerjaan difokuskan pada sisi utara alun-alun. Sementara itu, penataan sisi selatan direncanakan dilanjutkan pada tahap II pada 2027.

Luas lahan sisi utara yang direhabilitasi mencapai 43.130 meter persegi. Dari luasan tersebut, ruang terbuka hijau (RTH) yang dipersiapkan mencapai 18.073 meter persegi.

Penataan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan ruang publik yang nyaman, inklusif, dan dapat dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat.

Sejumlah fasilitas publik modern dan ramah masyarakat akan dibangun. Di antaranya panggung dan kantin yang dirancang dua lantai dengan konsep semi-basement serta dilengkapi 16 kios.

Selain itu, kawasan alun-alun nantinya akan memiliki area gym outdoor, taman air atau water playground, dua area playground, area senam, serta shelter atau tempat duduk yang berada di sisi barat laut.

Fasilitas sanitasi juga menjadi bagian dari penataan. Sarana toilet umum akan disediakan dengan kapasitas yang memadai, terdiri dari tujuh toilet pria, 11 urinoir, dan 14 toilet wanita.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKP CK) Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, mengatakan pekerjaan tahap pertama pada 2026 memang difokuskan di sisi utara.

“Tahap I di 2026 ini sisi utara saja. Jadi diharapkan alun-alun akan jadi ruang publik bagi masyarakat semua. Rencananya ada ruang bermain dan taman air atau water playground,” ujar Satito Hadi.

Menurutnya, keberadaan ruang publik memiliki peran penting dalam kehidupan perkotaan. Ruang publik tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan aktivitas sosial.

Selain itu, ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan rekreasi, ruang ekspresi seni dan budaya lokal, sekaligus menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Penataan alun-alun juga diarahkan untuk memperkuat keberadaan ruang terbuka hijau serta meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Di sisi lain, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu identitas dan wajah Kabupaten Bojonegoro.

Dengan konsep penataan tersebut, Alun-Alun Bojonegoro diharapkan tidak sekadar menjadi ruang terbuka di tengah kota, tetapi berkembang menjadi ruang publik yang aktif dan dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan.

Kehadiran sejumlah fasilitas rekreasi, olahraga, ruang bermain, hingga area bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui penataan ini, Pemkab Bojonegoro menargetkan hadirnya ruang publik yang lebih menarik, inklusif, nyaman, dan berdaya saing. Selain menjadi tempat rekreasi dan interaksi masyarakat, kawasan alun-alun juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Bojonegoro.(Kominfo)

Penulis: Hadi FatekunEditor: Imam Mahfud
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *