BOJONEGORO – Lembaga Karate-do Indonesia (LEMKARI) di bawah naungan FORKI Cabang Bojonegoro menggelar ujian kenaikan tingkat Kyu (KIU) di Aula SMP Negeri 1 Kapas, Bojonegoro, Minggu (19/04/2026).
Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali ini diikuti sebanyak 360 peserta dari berbagai dojo se-Kabupaten Bojonegoro. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan senam pemanasan bersama di halaman aula.
Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Rafi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa ujian kenaikan tingkat merupakan proses penting dalam pembinaan atlet karate secara berjenjang.
Ia menerangkan bahwa peserta akan naik tingkat secara bertahap, dimulai dari sabuk putih hingga mencapai tingkat yang lebih tinggi, seperti sabuk coklat.
“Ujian ini adalah tahapan pembinaan. Dari sabuk putih akan naik ke tingkat berikutnya secara berjenjang. Dengan jumlah peserta yang mencapai 360 orang, ini menunjukkan potensi besar Bojonegoro untuk terus berkembang, bahkan hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Rafi juga menekankan bahwa ujian ini bukan sekadar latihan bersama, melainkan ajang evaluasi kemampuan peserta.
“Penilaian bergantung pada teknik dan semangat. Gerakan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jika sudah yakin dengan latihan yang diberikan pelatih, tampilkan dengan maksimal. Semangat dan teknik adalah kunci utama dalam penilaian,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LEMKARI Cabang Bojonegoro, Hadi Slamet Amiarno, menegaskan bahwa peningkatan prestasi atlet tidak lepas dari peran pelatih dan dukungan orang tua.
Menurutnya, ujian kenaikan tingkat yang digelar setiap enam bulan sekali menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kemampuan atlet.
“Peran pelatih dan orang tua sangat menentukan dalam perkembangan anak. Kami berharap wali murid dapat terus memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa orang tua tidak diperkenankan ikut campur dalam proses latihan, karena hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pelatih.
Selain itu, Hadi memaparkan capaian prestasi FORKI Cabang Bojonegoro sepanjang tahun 2026 di tingkat provinsi, dengan raihan empat medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.
“Harapan kami, melalui ujian ini, anak-anak semakin semangat berlatih dan mampu meningkatkan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya ujian kenaikan tingkat ini, diharapkan para karateka Bojonegoro semakin termotivasi untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di masa mendatang.(Hf)






