Budaya  

Sedekah Bumi Tiga Dusun di Sidomulyo, Wujud Syukur dan Guyub Warga

masbam990
IMG 20260818 WA0498

BOJONEGORO – Tradisi tasyakuran dan Sedekah Bumi kembali digelar masyarakat Dusun Gembol, Mlaten, dan Kapasan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kepala Dusun (Kasun) Gembol, Subakir, tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen sekaligus mempererat tali silaturahmi dan menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Sidomulyo beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua BPD beserta anggota, Ketua RT/RW, Linmas, serta masyarakat setempat.

Ketua panitia Solakah melalui Sekretaris Panitia Sugiharto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tahunan tersebut.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada semua warga masyarakat yang telah mendukung kegiatan tahunan ini sehingga berjalan dengan lancar dan aman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Gembol Subakir mengatakan, Sedekah Bumi bukan hanya kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan, menurutnya, dapat terlaksana berkat semangat gotong royong dan kesadaran warga.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan gotong royong dan kesadaran warga masyarakat,” ujar Subakir yang akrab disapa Pak Kevin.

Ia menjelaskan, tradisi Sedekah Bumi memiliki makna penting bagi masyarakat karena menjadi sarana untuk menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan panen yang diperoleh.

“Kegiatan ini bukan merupakan seremonial tahunan saja, akan tetapi lebih kepada bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen yang melimpah di desa kami,” jelasnya.

Selain mengandung nilai syukur, Sedekah Bumi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahmi dan solidaritas antarwarga,” pungkasnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Sidomulyo Hari Agus Sugiharto, S.E. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib, lancar, dan aman.

“Saya atas nama Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam acara ini sehingga terlaksana dengan lancar dan aman. Semoga untuk tahun mendatang kita adakan lagi yang lebih meriah,” ungkapnya.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi seperti Sedekah Bumi penting untuk terus dijaga karena tidak hanya berkaitan dengan budaya masyarakat, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan desa.

Sedekah Bumi tahun 2026 ini pun diharapkan menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mempertahankan tradisi lokal agar tetap hidup dan dapat dikenalkan kepada generasi muda.

Bagi warga tiga dusun tersebut, Sedekah Bumi bukan sekadar ritual tahunan. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi, sekaligus menjadi sarana menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, dan mempertahankan semangat gotong royong.

Kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisi lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam membangun kehidupan desa yang guyub, rukun, dan saling peduli. (Hadi)