TMMD 129 Bojonegoro: Ketika Babinsa Kesongo Menumbuk Singkong dan Mengukir Kebersamaan dengan Warga

  • Bagikan
IMG 20260805 WA0317

BOJONEGORO – Suara alu kayu yang berbenturan secara ritmis dengan lumpang menembus keheningan dapur bersahaja bermandikan cahaya matahari pagi, Selasa (4/8/2026).

Di rumah salah satu warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pemandangan tak biasa terlihat di balik dinding anyaman bambu (gedek).

Seorang prajurit TNI berseragam loreng lengkap dengan ban lengan bertuliskan “Babinsa” tampak cekatan memegang alu.

Dengan penuh semangat namun tetap berhati-hati, ia membantu seorang ibu sepuh dan warga setempat menumbuk bahan olahan jemblem, makanan tradisional khas pedesaan berbasis singkong gurih berisikan gula merah nan manis.

Prajurit tersebut adalah Serka Lasmidi, Babinsa Desa Kesongo. Di tengah riuh rendah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, kehadiran Serka Lasmidi di dapur warga menjadi simbol nyata betapa kokohnya tali silaturahmi dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Program TMMD ke-129 di Kabupaten Bojonegoro memang dirancang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Namun, bagi para prajurit di lapangan, pembangunan tidak berhenti pada pengecoran jalan atau perbaikan fasilitasi umum semata. Pembangunan sejati juga menyentuh aspek emosional dan sosial masyarakat.

Di sela-sela kesibukan fisik TMMD, Serka Lasmidi memilih pendekatan yang humanis dan membumi: menyatu dalam rutinitas keseharian warga.

“Melalui kebersamaan seperti ini, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan pemahaman mengenai program TMMD. Harapannya, warga ikut berpartisipasi dan bersama-sama menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan,” ujar Serka Lasmidi di sela-sela aktivitasnya menumbuk adonan.

Bagi Serka Lasmidi, suasana hangat di dapur warga sambil membuat adonan jemblem justru menjadi ruang dialog paling efektif, untuk menyampaikan pesan program pembangunan yang tidak selalu harus lewat forum formal.

Dalam gelak tawa dan canda gurau yang mengalir alami, pesan-pesan mengenai tujuan, manfaat, hingga pentingnya menjaga hasil-hasil TMMD dapat tersampaikan dengan lancar tanpa kesan menggurui.

Sembari ibu-ibu sibuk membentuk adonan bulat-bulat dan mempersiapkan minyak goreng, Serka Lasmidi mendengarkan aspirasi warga sekaligus menyelipkan edukasi tentang pentingnya semangat gotong royong dalam mendukung kelancaran TMMD ke-129.

Pendekatan lugas dan tanpa canggung dari Serka Lasmidi mendapat sambutan hangat dari warga Desa Kesongo.

Bagi mereka, kehadiran TNI di tengah-tengah kegiatan rumah tangga menciptakan rasa aman, nyaman, dan kekeluargaan yang mendalam.

“Senang sekali bapak Babinsa mau ikut kerepotan di dapur, ikut numbuk singkong buat buat jemblem. Rasanya seperti keluarga sendiri,” tutur salah seorang warga.

Kehadiran prajurit TNI yang mau merakyat dan membaur hingga ke dapur warga menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik tahunan, melainkan jembatan hati yang menyatukan TNI dengan rakyatnya.

Dari gurihnya jemblem Desa Kesongo, tumbuh semangat gotong royong yang kokoh untuk membangun desa demi masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.(Hf)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *