Ragam  

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Support Prof. Haedar Nashir

masbam990
Pji

TANGERANG SELATAN – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, hadir langsung dalam acara penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir.

Penyerahan kartu tersebut berlangsung dalam rangkaian Perayaan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (13/8/2026).

Hartanto Boechori, tokoh pers yang telah lebih dahulu menyandang kompetensi wartawan utama, secara khusus datang dari Surabaya untuk memberikan dukungan dan apresiasi kepada Prof. Haedar Nashir.

Momentum tersebut terasa istimewa karena tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas perjalanan panjang Haedar Nashir di dunia jurnalistik, tetapi juga dihadiri sejumlah tokoh pers senior yang turut memberikan penghormatan.

Di antaranya eks Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, eks Wakil Ketua Dewan Pers sekaligus Ketua Umum PWI Hendry Ch. Bangun, serta eks Anggota Dewan Pers Asep Setiawan, bersama sejumlah tokoh pers senior lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian dari rajutan solidaritas insan pers sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan panjang seorang jurnalis tetap mendapat tempat dan penghormatan di kalangan profesi jurnalistik.

Menurut Hartanto Boechori, perjalanan Haedar Nashir di dunia jurnalistik memang layak mendapatkan apresiasi. Haedar diketahui telah berkecimpung dalam dunia pers sejak masa mahasiswa, termasuk aktif menulis di Suara Muhammadiyah, media yang telah terbit sejak 1915.

Kiprah Haedar Nashir di dunia jurnalistik disebut telah berlangsung sekitar 42 tahun.

“Ini bentuk penghargaan yang patut kita hormati. Beliau bukan hanya tokoh Muhammadiyah. Beliau juga bagian dari perjalanan panjang pers Indonesia,” ujar Boechori yang tetap enerjik di usia 66 tahun.

Kartu Wartawan Utama Khusus tersebut disetujui Dewan Pers pada Maret 2026 sebagai bentuk pengakuan atas kiprah panjang Haedar Nashir sebagai insan pers.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menegaskan pentingnya kehadiran insan pers yang memiliki dedikasi, tanggung jawab, reputasi, dan kualitas di tengah derasnya arus informasi, termasuk maraknya hoaks dan disinformasi.

Bagi PJI, pesan tersebut dinilai semakin penting. Pers membutuhkan wartawan yang memiliki integritas, kompetensi, serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesi.

Penghormatan kepada Prof. Haedar Nashir, lanjut Boechori, bukan hanya penghargaan terhadap sosok pribadi, tetapi juga bagian dari penghormatan terhadap perjalanan panjang profesi jurnalistik di Indonesia.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum PJI Hartanto Boechori bersama istri, Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Direktur LUKW UMJ Dr. Tria Patrianti, S.Sos., M.I.Kom., eks Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu, eks Wakil Ketua Dewan Pers sekaligus Ketua Umum PWI Hendry Ch. Bangun, Anggota Dewan Pers dua periode Dr. Asep Setiawan, MA., Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MUI Dr. Anwar Abbas, jajaran pimpinan PP Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh pers nasional lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut semakin menegaskan pentingnya menjaga marwah pers nasional sebagai salah satu pilar demokrasi, sekaligus memperkuat komitmen untuk menghadirkan jurnalisme yang profesional, berintegritas dan bertanggung jawab.