Babinsa Kodim 0813 Bojonegoro dan Warga Gotong Royong Bangun 10 Jembatan Perintis Garuda

imamjoss22
IMG 20260426 WA0070 copy 969x622

BOJONEGORO — Upaya percepatan pembangunan infrastruktur terus dilakukan jajaran TNI di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Melalui peran aktif Bintara Pembina Desa (Babinsa), Kodim 0813 Bojonegoro bersama masyarakat setempat bergotong royong membangun 10 titik Jembatan Perintis Garuda yang tersebar di berbagai kecamatan.

Kegiatan karya bakti ini menjadi tahap awal pembangunan, dengan fokus pada pekerjaan dasar seperti pengangkutan material, perakitan rangka besi, hingga pengecoran pondasi jembatan. Semangat kebersamaan antara TNI dan warga tampak kuat, meski dihadapkan pada medan sulit dan keterbatasan akses menuju lokasi pembangunan.

Adapun sepuluh titik pembangunan jembatan tersebut meliputi wilayah Dusun Bakalan (Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru), Dusun Gumeno (Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo), Desa Sekaran dan Dusun Gempol (Kecamatan Kasiman), Dusun Tawaran (Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo), Dusun Genengan (Desa Kacangan, Kecamatan Malo), Dusun Sekidang (Desa Soko, Kecamatan Temayang), Desa Meduri dan Dusun Besali (Kecamatan Margomulyo), serta Dusun Tretes (Desa Pragelan, Kecamatan Gondang).

Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar membuka akses jalan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan ini dirancang untuk mempermudah mobilitas warga sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama di daerah yang selama ini terisolasi,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat akan terus diperkuat dalam mendukung pembangunan yang merata, khususnya di wilayah terpencil.

Sementara itu, Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro, Kapten Inf Surahmat, menyampaikan bahwa tahapan pekerjaan saat ini sangat krusial untuk memastikan kekuatan struktur jembatan sebelum memasuki pengecoran utama. Meski terkendala cuaca yang kerap mendung dan hujan, proses pengerjaan tetap berjalan aman dan sesuai rencana.

“Berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan agar kualitas pembangunan tetap terjaga,” jelasnya.

Di sisi lain, warga menyambut pembangunan ini dengan penuh rasa syukur. Sunardi (47), warga Dusun Tawaran, Desa Napis, mengaku jembatan tersebut telah lama dinantikan karena kondisi sebelumnya cukup berisiko, terutama saat musim banjir.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan TNI, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto, atas realisasi pembangunan jembatan permanen tersebut.

“Alhamdulillah, sekarang akses kami akan lebih aman dan lancar. Ini sangat membantu aktivitas sehari-hari dan ekonomi warga,” ungkapnya.

Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, diharapkan konektivitas antarwilayah di Bojonegoro semakin meningkat, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah terpencil.(pen/Hf)