BOJONEGORO – Pemerintah Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP Desa (DU-RKP Desa) Tahun 2028.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Duwel, Selasa (22/9/2026), tersebut dihadiri Kasi PMD Kecamatan Kedungadem Bagus Dwiatmanegara, Kepala Desa Duwel beserta perangkat desa, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Ketua dan anggota BPD, Pendamping Desa/TPP, RT, RW, serta tokoh masyarakat.
Dalam musyawarah tersebut, sejumlah usulan pembangunan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan Desa Duwel Tahun 2027. Di antaranya pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Mangunan beserta jembatan, pembangunan JUT yang menghubungkan Dusun Porong dengan Dusun Jatisulur, serta pembangunan jalan rabat beton di Dusun Duwel RT 05.
Kepala Desa Duwel, Ahmad Rifa’i, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti rangkaian musyawarah.
“Alhamdulillah, kami atas nama Pemerintah Desa Duwel mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang telah menyempatkan hadir di tengah-tengah kesibukan dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurut Ahmad Rifa’i, hasil Musrenbangdes tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Desa Duwel dalam menyusun dan melaksanakan program pembangunan pada 2027.
“RKP Desa Duwel tahun 2027 insyaallah akan tetap kita laksanakan sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan. Meskipun ada efisiensi anggaran, pembangunan desa akan tetap kita laksanakan dengan semangat,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Kedungadem, Bagus Dwiatmanegara, dalam arahannya turut menyinggung keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia menekankan agar keberadaan koperasi tersebut benar-benar berjalan, baik dari sisi pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat.
Bagus menjelaskan, terkait spesifikasi bahan yang digunakan dalam pembangunan KDMP telah terdapat ketentuan dari dinas yang membidangi koperasi.
“Sejauh ini memastikan bahwasanya KDMP betul-betul dibangun, betul-betul ada bangunannya dan pelayanannya, dengan kualifikasi bahan yang digunakan dari Dinas Kopdes. Apabila terjadi kekurangan spek dan sebagainya, maka Dinas Kopdes akan menyampaikan kepada pelaksana yang dilaksanakan oleh TNI,” jelasnya.
Ia juga menegaskan agar Pemerintah Desa dan pengurus KDMP tidak perlu khawatir terhadap proses verifikasi dan validasi yang dilakukan.
“Jadi tidak usah khawatir Pak Kades dan Ketua KDMP. Terkait dengan verifikasi dan validasi tidak akan memengaruhi pemerintahan desa. Pemerintah desa hanya sebagai penerima dan menyediakan lahan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPD Desa Duwel menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama, BPD menerima dan menyepakati RKP Desa Tahun 2027 serta DU-RKP Desa Tahun 2028 untuk ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“RKP Desa Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP Desa Tahun 2028 secara resmi kami tetapkan dan sepakati untuk menjadi dasar dalam pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desa sesuai kewenangan desa serta kemampuan keuangan desa,” ujarnya.
Ia berharap seluruh program dan kegiatan yang telah disepakati dapat dilaksanakan secara transparan, partisipatif, akuntabel, dan efektif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Semoga seluruh program dan kegiatan yang telah disepakati dapat dilaksanakan secara transparan, partisipatif, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa membutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Karena itu, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan bersama-sama mengawal sekaligus mendukung pelaksanaan hasil perencanaan yang telah disepakati.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengawal, mendukung, dan melaksanakan hasil perencanaan ini dengan penuh tanggung jawab demi terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan,” pungkasnya.(Hf)

