BOJONEGORO – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 01 Universitas Bojonegoro melalui kegiatan penanaman pohon sukun di sejumlah kawasan sumber mata air Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa di bidang pelestarian lingkungan sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat. Penanaman pohon dilakukan sebagai upaya mendukung konservasi sumber daya air serta menjaga keberlangsungan ekosistem di wilayah Desa Kesongo.
Mahasiswa KKN-TK 01 menanam pohon sukun di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki peran penting bagi kelestarian lingkungan. Di antaranya kawasan Sendang Dusun Mundu, Embung Dusun Bekatul, serta area sekitar sempadan sungai yang memiliki fungsi sebagai kawasan resapan air.
Pemilihan lokasi penanaman bukan tanpa alasan. Kawasan sumber mata air dan daerah resapan membutuhkan tutupan vegetasi yang memadai untuk membantu menjaga keseimbangan lingkungan. Keberadaan pepohonan juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko erosi, meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air, serta menjaga kondisi ekosistem di sekitar sumber air.
Ketua KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro, Wahyu Putro Utomo, mengatakan penanaman pohon sukun merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Penanaman pohon sukun ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjaga kelestarian sumber mata air. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga mampu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat pada masa mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan konservasi lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui penanaman. Perawatan dan pemantauan secara berkelanjutan juga menjadi bagian penting agar tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Karena itu, mahasiswa juga melakukan dokumentasi kondisi lokasi setelah penanaman. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari pemantauan perkembangan tanaman sekaligus bahan evaluasi terhadap keberlanjutan program konservasi lingkungan selama pelaksanaan KKN-TK.
Pohon sukun dipilih karena selain memiliki nilai ekologis, tanaman tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila tumbuh dan berkembang dengan baik. Keberadaannya di kawasan sumber air diharapkan dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus memiliki potensi pemanfaatan oleh masyarakat di masa mendatang.
Kegiatan penanaman tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keberadaan sumber mata air dan kawasan resapan air. Kelestarian sumber daya air dinilai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama antara masyarakat, mahasiswa, dan berbagai pihak.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial selama pelaksanaan KKN, tetapi memiliki dampak jangka panjang bagi lingkungan Desa Kesongo.
Pohon-pohon sukun yang ditanam di kawasan Sendang Mundu, Embung Dusun Bekatul, dan sekitar sempadan sungai diharapkan dapat tumbuh dan terawat dengan baik. Dalam jangka panjang, keberadaan vegetasi tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi kawasan resapan, membantu menjaga sumber mata air, mengurangi potensi erosi, serta mendukung kelestarian lingkungan Desa Kesongo secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa melalui program KKN dapat mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber daya alam untuk generasi mendatang.
