Budaya  

Bupati Setyo Wahono Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan dalam Doa Lintas Agama HJB ke-349

BOJONEGORO – Penyemayaman Api Abadi yang dirangkai dengan doa bersama lintas agama di Pendopo Malowopati, Senin malam (19/10/2026), menjadi momentum memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-349. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh lintas agama memanjatkan doa serta rasa syukur atas perjalanan pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar beserta anggota DPRD, jajaran Forkopimda, para camat se-Kabupaten Bojonegoro, tokoh lintas agama, serta kepala desa dan perangkat pemerintah desa yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan tersebut. Doa lintas agama menjadi simbol komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keharmonisan di tengah keberagaman sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, peringatan hari jadi kabupaten bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pembangunan dan memperkuat kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Bojonegoro tidak bisa dibangun oleh satu orang atau satu kelompok saja. Pembangunan membutuhkan kebersamaan, persatuan, dan gotong royong seluruh elemen masyarakat. Perbedaan bukan penghalang, justru menjadi kekuatan untuk melangkah bersama demi Bojonegoro yang lebih baik,” tegasnya.

Menurut Bupati, rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Bojonegoro harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Berbagai persoalan pembangunan, mulai dari penguatan sektor pertanian, peningkatan pelayanan kesehatan, hingga pemerataan kualitas pendidikan, membutuhkan kolaborasi dan kesungguhan semua pihak.

“Masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan. Karena itu, mari kita jaga kerukunan, perkuat kepedulian, dan satukan langkah. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya apa yang kita kerjakan, tetapi sejauh mana hasilnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat. Ketersediaan air dan pupuk, pemanfaatan teknologi, serta perlindungan lahan pertanian perlu terus diperhatikan agar produktivitas petani meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.

Di bidang kesehatan dan pendidikan, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan serta pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, diharapkan dapat memperluas akses pengetahuan dan mendukung pengembangan tenaga profesional di berbagai bidang.

Bupati berharap semangat persatuan yang tercermin dalam doa bersama lintas agama dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghormati, toleransi, dan kepedulian sosial dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan daerah yang aman, harmonis, serta kondusif bagi pembangunan.

Peringatan HJB ke-349 mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penyemayaman Api Abadi dan doa bersama lintas agama, seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin memperkuat komitmen menjaga kerukunan dan persatuan. Dengan semangat gotong royong, Bojonegoro diharapkan terus berkembang menjadi daerah yang maju, harmonis, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. (Red)

Penulis: Hadi FatekunEditor: Imam Mahfud