Ragam  

UMKM Kedungadem Tuai Apresiasi di Bojonegoro, TP PKK Perkuat Edukasi Pencegahan Bullying

BOJONEGORO – Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menggelar rapat pleno di Balai Pendopo Kecamatan Kedungadem, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut membahas pencegahan perundungan atau bullying melalui pola asuh positif, sekaligus mengapresiasi keberhasilan TP PKK Kedungadem dalam mendukung produk UMKM yang mendapatkan respons positif pada kegiatan tingkat kabupaten.

Rapat pleno dihadiri Ibu Camat Kedungadem, Nahdiyah Hidayati Sahlan, Ketua Pokja II TP PKK Kecamatan Kedungadem, Ratih R. Raharja, pengurus TP PKK desa se-Kecamatan Kedungadem, Dharma Wanita Persatuan se-Kecamatan Kedungadem, serta undangan lainnya.

Dalam sosialisasi yang disampaikan Ratih R. Raharja, pencegahan bullying menjadi perhatian utama. Ia memaparkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak, mengenali berbagai bentuk perundungan, serta memahami dampaknya terhadap kondisi psikologis dan perkembangan sosial anak.

Ratih menjelaskan bahwa anak belajar dari kehidupan dan lingkungan tempat mereka dibesarkan. Pola pengasuhan yang dipenuhi celaan, penghinaan, dan permusuhan dapat memengaruhi perilaku anak dalam berinteraksi dengan orang lain. Sebaliknya, lingkungan yang dibangun dengan kasih sayang, toleransi, dukungan, penghargaan, dan rasa aman akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta menghargai sesama.

Ia juga menyampaikan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, seperti memukul, mendorong, menendang, atau merusak barang milik orang lain. Perundungan dapat terjadi melalui perkataan yang merendahkan, ejekan, ancaman, penyebaran gosip, pengucilan dari pergaulan, hingga intimidasi melalui media sosial atau cyberbullying.

Dalam suatu peristiwa bullying, keterlibatan tidak hanya terbatas pada pelaku dan korban. Ada pihak yang membantu atau mengikuti pelaku, orang-orang yang menyaksikan dan memprovokasi, serta mereka yang berusaha membela korban. Sementara itu, sebagian lainnya mengetahui perundungan tetapi memilih tidak melakukan tindakan.

Karena itu, Ratih mengajak para orang tua dan anggota masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak serta tidak menganggap perundungan sebagai persoalan sepele. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman untuk menyampaikan pengalaman dan kesulitan yang dihadapinya.

Ia turut mengingatkan bahwa anak yang mengalami bullying dapat menunjukkan perubahan perilaku, seperti ketakutan pergi ke sekolah, kesulitan tidur, menurunnya rasa percaya diri, kehilangan minat bergaul, sering mengeluh sakit kepala atau sakit perut, hingga menangis sebelum maupun sesudah sekolah. Tanda-tanda tersebut perlu diperhatikan agar anak mendapatkan dukungan dan penanganan sejak dini.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ibu Camat Kedungadem, Nahdiyah Hidayati Sahlan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan atas partisipasi serta dukungan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

Ia secara khusus menyoroti keikutsertaan Kecamatan Kedungadem dalam kegiatan tingkat Kabupaten Bojonegoro yang diikuti 27 kecamatan. Nahdiyah mengungkapkan rasa syukur karena Kedungadem mendapatkan apresiasi melalui produk-produk UMKM yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, dari kegiatan yang diikuti 27 kecamatan, Kedungadem mendapatkan apresiasi melalui UMKM. Terima kasih kepada ibu-ibu penggerak PKK yang telah membantu dan mendukung pelaku UMKM sehingga produk unggulan kita bisa ditampilkan dan mendapatkan respons positif,” ungkap Nahdiyah.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi TP PKK dan pelaku UMKM untuk terus mengembangkan potensi usaha masyarakat. Produk unggulan dari desa-desa di Kecamatan Kedungadem dinilai memiliki peluang untuk semakin dikenal dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Nahdiyah juga mengingatkan agar pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk, mulai dari cita rasa, tampilan, hingga kemasan. Pembenahan secara berkelanjutan diperlukan agar produk lokal semakin menarik, memenuhi standar penilaian, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui rapat pleno tersebut, TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungadem diharapkan semakin memperkuat koordinasi dalam pemberdayaan keluarga, mendukung pengembangan UMKM, serta meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak dan pencegahan bullying di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Penulis: Hadi FatekunEditor: Imam Mahfud