Kepohkidul Juara Kedungadem Cup 2026, Samudi: Kekompakan Jadi Kunci Kemenangan

BOJONEGORO – Tim sepak bola Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, berhasil keluar sebagai juara dalam ajang Kedungadem Cup 2026 yang digelar Pemerintah Kecamatan Kedungadem dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gelar juara tersebut diraih setelah Kepohkidul tampil gemilang pada partai final menghadapi tim Desa Kedungadem di Lapangan Mban Gurdo, Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Sabtu sore (5/9/2026).

Pertandingan berlangsung sengit. Dukungan ratusan penonton dari kedua desa membuat atmosfer laga semakin meriah. Kepohkidul akhirnya mampu menunjukkan permainan efektif dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Kedungadem.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Kepohkidul. Sebab, sejak awal turnamen, tim Kepohkidul bukanlah tim yang banyak dijagokan untuk menjadi kampiun.

Kepala Desa Kepohkidul, Samudi, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan timnya bukan terletak pada keunggulan individu pemain, melainkan pada kekompakan dan soliditas seluruh tim.

“Tim kami ini bukan tim yang hebat-hebat secara individu. Tetapi, tim kami sangat solid. Meskipun secara level pemain kami bisa dikatakan berada di bawah rata-rata pemain dari tim lain, karena lebih kompak dan solid, akhirnya kami tetap bisa menjadi juara,” ujar Samudi.

Menurutnya, kemenangan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari dukungan masyarakat Desa Kepohkidul. Sejak awal pertandingan hingga partai final, masyarakat dari berbagai kalangan memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan desa.

Bukan hanya kaum laki-laki, dukungan juga datang dari perempuan, anak-anak hingga ibu-ibu. Mereka bersama-sama memberikan semangat kepada para pemain yang berlaga di lapangan.

“Ini semua bukan atas satu atau dua orang saja, tetapi hasil dari sekumpulan warga, hasil dari segenap masyarakat. Mereka betul-betul sangat kompak mendukung tim kesebelasan. Dukungan itulah yang membuat kami semakin bersemangat dan percaya diri,” jelasnya.

Samudi menilai, dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi para pemain. Kepercayaan diri yang tumbuh dari dukungan masyarakat membuat para pemain mampu tampil lebih tenang dan percaya terhadap kemampuan tim.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa perjalanan Kepohkidul di Kedungadem Cup 2026 memberikan pelajaran penting bahwa sepak bola tidak hanya berbicara mengenai kemampuan individu.

Menurutnya, sebuah tim dengan pemain-pemain yang memiliki kemampuan luar biasa belum tentu mampu mengalahkan tim yang secara individu biasa saja, apabila tidak memiliki kekompakan dan kerja sama.

“Sepak bola itu membutuhkan kekompakan. Meskipun mungkin tidak ada pemain yang benar-benar menonjol, tetapi karena kompak, kita bisa menjadi luar biasa. Intinya, kemampuan individu bukan hal yang utama dalam sebuah tim. Kekompakan dan keselarasan itu yang terpenting,” tegas Samudi.

Ia pun mengibaratkan, empat pemain yang memiliki kemampuan mumpuni belum tentu lebih kuat dibandingkan sepuluh pemain dengan kemampuan rata-rata, tetapi mampu bermain bersama, saling mengisi dan berimprovisasi.

“Jangan melihat siapa yang punya kemampuan lebih atau siapa yang dianggap jagoan. Apa gunanya empat orang yang mahir dan katanya jagoan, dibandingkan dengan sepuluh orang yang kemampuannya rata-rata tetapi bisa bermain kompak, saling mengisi dan mampu berimprovisasi di lapangan,” pungkasnya.

Bagi Samudi, keberhasilan Kepohkidul menjadi juara bukan sekadar tentang trofi. Gelar tersebut menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan masyarakat dan kekompakan tim mampu melahirkan prestasi, meski sejak awal tidak banyak pihak yang menjagokan mereka.

Kemenangan ini sekaligus menjadi momentum positif bagi Desa Kepohkidul untuk terus membangun semangat kebersamaan, khususnya dalam pembinaan olahraga dan pengembangan potensi generasi muda di desa.(Hf)