Malam Puncak HUT ke-81 RI di Desa Ngampel Meriah, Warga Padati Final Fun Volley Ball hingga Pertunjukan Reog

BOJONEGORO — Malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung meriah, Sabtu (22/8/2026). Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan babak final Fun Volley Ball Karang Taruna “APIK” Desa Ngampel, sekaligus menikmati pertunjukan Reog Jaya Saputra, donor darah gratis, dan pasar malam lokal.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Ngampel bersama Karang Taruna “APIK” tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-81 RI yang mengusung semangat kebersamaan, sportivitas, gotong royong, serta pelestarian budaya lokal. Suasana semakin semarak dengan dukungan ratusan ibu-ibu yang memberikan semangat kepada tim voli dari RT masing-masing.

Fun Volley Ball Karang Taruna “APIK” diikuti perwakilan RT 01 hingga RT 07 Desa Ngampel. Turnamen tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat karena menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kegiatan olahraga antarwarga yang telah cukup lama tidak diselenggarakan.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Karang Taruna “APIK” menghadirkan aktivitas positif bagi pemuda dan masyarakat Desa Ngampel.

Kepala Desa Ngampel, Purwanto, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen, khususnya jajaran Karang Taruna “APIK”.

“Turnamen bola voli ini sudah lama tidak diadakan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat desa, unsur yang terlibat, dan khususnya Karang Taruna ‘APIK’ yang telah bekerja keras hingga acara ini berjalan sukses,” ujar Purwanto.

Menurutnya, kegiatan olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga bersama-sama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), sekaligus terus melestarikan adat dan budaya lokal.

“Mari kita majukan desa ini melalui budaya dan sopan santun. Kita doakan para pendiri bangsa dan pahlawan yang telah gugur,” tambahnya.

Sebelum pertandingan final dimulai, warga diajak mengikuti doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pendiri bangsa. Setelah itu, pertandingan final berlangsung penuh semangat dengan dukungan meriah dari masing-masing suporter.

Hasil pertandingan menempatkan RT 03 sebagai juara pertama, disusul RT 05 sebagai juara kedua, RT 02 sebagai juara ketiga, dan RT 07 sebagai juara keempat.

Selain penghargaan bagi para juara, panitia juga memberikan penghargaan Best Supporter kepada RT 05. Penilaian suporter dilakukan langsung oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sebagai hadiah, RT 05 mendapatkan satu ekor kambing.

Penyerahan hadiah menjadi salah satu momen yang mendapat sambutan meriah dari warga. Meski terdapat tim yang keluar sebagai juara dan ada yang belum berhasil meraih prestasi, seluruh peserta tetap mendapatkan apresiasi atas sportivitas dan semangat selama mengikuti turnamen.

Semangat kebersamaan menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan, melainkan bagaimana olahraga mampu memperkuat kekompakan, persaudaraan, dan silaturahmi antarwarga.

Usai pertandingan dan penyerahan hadiah, kemeriahan malam puncak berlanjut dengan pertunjukan Reog Jaya Saputra. Kesenian tradisional tersebut menjadi salah satu hiburan utama masyarakat sekaligus bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Reog tidak hanya diperkenalkan sebagai tontonan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang mengandung nilai kekuatan, keberanian, keindahan, dan kebanggaan masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga diisi donor darah gratis yang mendapat sambutan antusias. Warga dari berbagai kalangan berdatangan untuk berpartisipasi menyumbangkan darah sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

Kehadiran pasar malam lokal turut menambah semarak suasana. Warga tidak hanya datang menyaksikan pertandingan dan pertunjukan seni, tetapi juga menikmati berbagai hiburan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpimcam), Pemerintah Desa Ngampel, para ketua RT dan RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna “APIK”, panitia, sponsor, donatur, serta masyarakat Desa Ngampel.

Desa Ngampel terdiri atas tujuh RT dan dua RW. Dengan karakter masyarakat yang guyub, kegiatan olahraga, kesenian, dan sosial seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat interaksi serta kebersamaan antarwarga.

Malam puncak HUT ke-81 RI di Desa Ngampel akhirnya tidak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan, menghidupkan kembali semangat gotong royong, memberikan ruang bagi kreativitas pemuda, sekaligus menjaga keberadaan seni dan budaya lokal.

Pesan yang mengemuka sepanjang kegiatan pun sederhana: menang dan kalah dalam pertandingan adalah hal biasa, tetapi persaudaraan, kekompakan, dan kebersamaan warga harus tetap dijaga.

Penulis: Hadi FatekunEditor: Imam Mahfud