Bupati Bojonegoro Dorong Produk Unggulan Desa, Pasar Rakyat 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan potensi desa dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya tersebut diwujudkan melalui gelaran Pasar Rakyat 2026 yang menjadi ruang promosi produk lokal, memperluas akses pemasaran, sekaligus mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Mengusung tema “Menggerakkan Ekonomi Lokal, Menguatkan UMKM, Mewujudkan Masyarakat Bahagia, Makmur, dan Membanggakan”, kegiatan ini dirancang sebagai salah satu langkah strategis untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di tingkat desa serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

Pasar Rakyat 2026 tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga wadah bagi pelaku usaha mikro untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen lebih luas, dan membangun peluang usaha yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan sebanyak 50 stand UMKM yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro untuk memasarkan berbagai produk unggulan mereka. Kehadiran stand tersebut diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

Selain kegiatan perdagangan, Pasar Rakyat 2026 juga menghadirkan berbagai layanan publik terpadu. Masyarakat dapat mengakses pelayanan Nomor Induk Berusaha (NIB), cek kesehatan gratis (CKG), pendaftaran Kartu Pedagang Produktif, hingga layanan perbankan.

Berbagai pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam memperoleh akses administrasi, kesehatan, dan layanan keuangan.

Tidak hanya itu, kegiatan ini turut menghadirkan Operasi Pasar Murah yang melibatkan Bulog. Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Salah satu inovasi yang turut menjadi perhatian adalah program “Pass Isya” atau Pasar Setelah Sholat Isya. Program ini merupakan pasar sembako murah yang digelar di masjid setelah pelaksanaan sholat Isya.

Pass Isya menjadi bentuk kolaborasi sosial dan keagamaan yang melibatkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Melalui kegiatan tersebut, masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga ruang untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, yang membuka langsung kegiatan Pasar Rakyat 2026, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi daerah tidak boleh hanya bertumpu pada sektor pertanian. Menurutnya, UMKM juga harus menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati mendorong setiap kepala desa untuk menggali potensi wilayah masing-masing dan menemukan setidaknya satu produk unggulan desa yang dapat dikembangkan.

Produk tersebut diharapkan menjadi identitas sekaligus kekuatan ekonomi desa. Pemerintah daerah akan mendorong proses kurasi produk, membantu fasilitasi perizinan, serta mendukung pemasaran agar produk lokal mampu bersaing dan memiliki nilai tambah.

Melalui langkah tersebut, setiap desa diharapkan memiliki produk khas yang dapat dipromosikan secara lebih luas, baik di tingkat kabupaten maupun ke pasar yang lebih besar.

Pengembangan produk unggulan desa juga menjadi bagian dari upaya membangun branding daerah. Dengan identitas produk yang kuat, potensi ekonomi lokal diharapkan semakin dikenal dan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Pasar Rakyat 2026 sendiri digelar secara bertahap di enam kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Sesi perdana berlangsung pada 6–8 November 2026 di Lapangan Desa Ngeraseh, Kecamatan Dander.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB tersebut turut dimeriahkan dengan penampilan kesenian dan grup band lokal. Hiburan tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk berkunjung sekaligus menikmati suasana pasar rakyat.

Penyelenggaraan di sejumlah kecamatan diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat kegiatan, sehingga tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah.

Adapun jadwal pelaksanaan Pasar Rakyat 2026 di enam kecamatan sebagai berikut:

1. 6–8 November 2026: Lapangan Desa Ngeraseh, Kecamatan Dander.

2. 13–15 November 2026: Lapangan Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo.

3. 20–22 November 2026: Lapangan Desa Baureno, Kecamatan Baureno.

4. 27–29 November 2026: Lapangan Desa Senganten, Kecamatan Gondang.

5. 4–6 Desember 2026: Lapangan Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo.

6. 11–13 Desember 2026: Lapangan Desa Sumberjo, Kecamatan Malo.

Dengan pelaksanaan di enam kecamatan tersebut, Pasar Rakyat 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi lokal.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi UMKM untuk meningkatkan promosi, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkenalkan produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi unggulan daerah.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap penguatan ekonomi kerakyatan dapat berjalan secara berkelanjutan. Potensi desa yang selama ini belum tergarap secara maksimal diharapkan mampu berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sejalan dengan visi pembangunan daerah, Pasar Rakyat 2026 membawa harapan agar kemakmuran masyarakat dapat diwujudkan melalui penguatan ekonomi lokal, peningkatan daya saing UMKM, serta pemerataan kesempatan usaha.

Kemakmuran masyarakat menjadi fondasi penting untuk membangun kebanggaan daerah. Dengan ekonomi desa yang semakin berkembang dan UMKM yang semakin kuat, Bojonegoro diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang bahagia, makmur, dan membanggakan.(Prokopim)

Editor: Imam Mahfud